Akurat

Bagaimana Ciri-ciri Kalimat Tanya dalam Bahasa Indonesia?

Sultan Tanjung | 29 Mei 2024, 22:00 WIB
Bagaimana Ciri-ciri Kalimat Tanya dalam Bahasa Indonesia?

AKURAT.CO Kalimat tanya merupakan bagian penting dalam komunikasi sehari-hari. Berikut adalah ciri-ciri kalimat tanya dalam Bahasa Indonesia:

  1. Diawali dengan Kata Tanya:

    • Kalimat tanya selalu diawali dengan kata tanya, seperti “apa”, “siapa”, “kapan”, “bagaimana”, “mengapa”, dan “dimana”.
    • Kata tanya ini membantu mengindikasikan bahwa kalimat tersebut adalah pertanyaan.
  2. Diakhiri dengan Tanda Tanya:

    • Setiap kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya (?).
    • Tanda ini menandakan bahwa kalimat tersebut mengandung pertanyaan.
  3. Intonasi Naik:

    • Intonasi pada akhir kalimat tanya biasanya naik.
    • Ini membantu membedakan kalimat tanya dari kalimat pernyataan.
  4. Menggunakan Sufiks -kah dan Partikel -kan:

    • Beberapa kata tanya dapat diberi tambahan sufiks -kah atau partikel -kan.
    • Contohnya: “siapakah?”, “dimanakah?”, “apakah?”.
  5. Jawaban Berupa Penjelasan atau Ya/Tidak:

    • Kalimat tanya dapat memiliki dua tipe jawaban: penjelasan yang lebih panjang atau jawaban singkat “ya” atau “tidak”.

Dengan memahami ciri-ciri ini, kita dapat mengenali dan menggunakan kalimat tanya dengan benar dalam percakapan sehari-hari.

Selain itu terdapat beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat membuat kalimat tanya dalam Bahasa Indonesia beserta penjelasannya:

  1. Tidak Menggunakan Tanda Tanya:

    • Kesalahan paling mendasar adalah tidak menggunakan tanda tanya di akhir kalimat tanya. Tanda tanya (?) menandakan bahwa kalimat tersebut mengandung pertanyaan.
    • Contoh Salah: “Kamu sudah makan.”
    • Contoh Benar: “Kamu sudah makan?”
  2. Intonasi yang Tidak Sesuai:

    • Intonasi pada kalimat tanya harus naik di akhir kalimat.
    • Jika intonasi tidak sesuai, kalimat bisa terdengar seperti pernyataan bukan pertanyaan.
    • Contoh Salah: “Kamu suka makan pizza?”
    • Contoh Benar: “Kamu suka makan pizza?”
  3. Penggunaan Kata Tanya yang Salah:

    • Beberapa kata tanya memiliki fungsi yang berbeda-beda.
    • Contoh Salah: “Kapan kamu belajar?”
    • Contoh Benar: “Siapa yang kamu ajak belajar?”
  4. Kesalahan Struktur Kalimat:

    • Beberapa kalimat tanya memiliki struktur yang salah.
    • Contoh Salah: “Kamu mau pergi ke mana?”
    • Contoh Benar: “Mau pergi ke mana kamu?”

Dengan memahami kesalahan-kesalahan ini, kita dapat menghindari membuat kalimat tanya yang ambigu atau tidak efektif. Semoga informasi ini membantu! 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.