Akurat

Ukraina Desak IOC Pertahankan Larangan Atlet Rusia di Olimpiade Musim Dingin 2026

Fitra Iskandar | 28 November 2025, 10:30 WIB
Ukraina Desak IOC Pertahankan Larangan Atlet Rusia di Olimpiade Musim Dingin 2026

 

AKURAT.CO Menteri Pemuda dan Olahraga Ukraina, Matviy Bidnyi, menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk membahas kemungkinan atlet Rusia dan Belarusia kembali tampil dengan bendera nasional pada Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan-Cortina. Hal ini ia sampaikan dalam wawancara dengan CNN Sports, di saat proses negosiasi perdamaian perang Ukraina–Rusia masih berlangsung.

Saat ini, atlet Rusia dan Belarusia diperbolehkan bertanding hanya sebagai atlet netral individu (AIN), dengan seleksi ketat untuk memastikan mereka tidak pernah mendukung perang. Sementara itu, tim nasional dari kedua negara—termasuk cabang olahraga seperti hoki es—tetap dikenakan larangan bertanding, dan simbol negara seperti bendera serta lagu kebangsaan juga dilarang tampil di arena Olimpiade.

Namun, meningkatnya pembahasan proposal perdamaian menimbulkan pertanyaan: apakah status atlet tersebut akan berubah jika kesepakatan tercapai sebelum Olimpiade dimulai pada 6 Februari 2026?

“Saya rasa terlalu cepat untuk membahas hal itu,” ujar Bidnyi.

“Kami kehilangan pelatih, atlet, dan fasilitas karena perang. Masih terlalu jauh untuk mengatakan bahwa keadilan telah tercapai.”

Kerusakan Infrastruktur Olahraga Ukraina Capai 800 Fasilitas

Dampak perang terhadap dunia olahraga Ukraina semakin berat. Kementerian Olahraga Ukraina melaporkan 800 fasilitas olahraga rusak sejak invasi Rusia pada 2022—naik dari 500 laporan pada 2024.

Kondisi ini memaksa sebagian besar atlet nasional berlatih di luar negeri untuk persiapan Olimpiade. Sejauh ini, baru 18 atlet Ukraina yang lolos kualifikasi, namun targetnya adalah mengirim sekitar 40 atlet ke Italia.

Bidnyi menambahkan bahwa sejumlah fasilitas membutuhkan listrik stabil, terutama arena es. Namun pasokan listrik di Kyiv masih kerap bergantung pada generator karena serangan yang dituduh dilakukan Rusia.

Kontroversi: Paralympic Committee Izinkan Atlet Rusia dan Belarusia

Meskipun IOC (Komite Olimpiade Internasional) belum mencabut larangan terhadap simbol negara Rusia dan Belarusia, IPC (Komite Paralimpiade Internasional) telah membuka pintu bagi atlet kedua negara tampil pada Paralimpiade Musim Dingin—tergantung keputusan federasi olahraga masing-masing cabang.

Beberapa federasi besar seperti FIS, IBU, dan World Curling tetap mempertahankan larangan, sementara sejumlah atlet dari kedua negara dilaporkan kehilangan kesempatan kualifikasi.

Bidnyi menyebut keputusan IPC itu “aneh” dan mendesak agar solidaritas terhadap Ukraina tetap dipertahankan.

“Perang bukan politik, perang adalah kejahatan,” tegasnya.

“Pelaku kejahatan tidak seharusnya mendapatkan panggung internasional.”

Olimpiade Sebagai Simbol Ketahanan Ukraina

Terlepas dari polemik internasional, Bidnyi menegaskan bahwa kehadiran atlet Ukraina di panggung Olimpiade merupakan simbol ketahanan nasional, harapan, dan kekuatan moral bangsa.

Ukraina meraih satu medali di Olimpiade 2022 melalui Oleksandr Abramenko, yang memenangkan perak di nomor aerial ski freestyle setelah sebelumnya meraih emas di 2018.

“Ini kesempatan penting untuk menunjukkan keberadaan Ukraina,” ujar Bidnyi yang mengaku hanya tidur tiga jam karena serangan rudal semalam.

“Olahraga adalah panggung untuk menunjukkan nilai kemerdekaan, martabat, dan tekad untuk menang,” imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.