Kewenangan ATR/BPN Bakal Terbagi di RUU Reforma Agraria, Konflik Agraria Komunal Masuk LPRA

AKURAT.CO Kewenangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam menangani reforma agraria, bakal terbagi dengan Lembaga Penyelenggaraan Reforma Agraria (LPRA) yang berada langsung di bawah Presiden.
Hal itu termaktub dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria yang baru disahkan menjadi undang-undang oleh DPR.
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, mengatakan kementeriannya akan tetap menangani aspek administrasi dan sejumlah persoalan individual, sementara konflik agraria komunal berpotensi ditangani badan baru tersebut.
Baca Juga: Tok, RUU Reforma Agraria Resmi Jadi Undang-undang
"Ya nanti menyiapkan bahan-bahan yang mentah, gitu kan, sama proses administrasinya kemudian dilimpahkan ke sana," katanya saat ditemui usai rapat paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Pembagian kewenangan antara Kementerian ATR/BPN dan LPRA masih akan disimulasikan. Pemerintah juga akan mengkaji sejumlah direktorat di Kementerian ATR/BPN yang kemungkinan dilebur ke dalam badan baru tersebut.
"Nah, nanti konsepnya kayak apa akan kita simulasi. Ada berapa direktorat yang harus dilebur ke dalam badan tersebut. Memang ada beberapa nanti simulasinya," ujarnya.
Terkait fungsi mediasi, Nusron mengatakan kewenangannya akan bergantung pada jenis persoalan agraria yang dihadapi. Dia membedakan konflik agraria yang bersifat komunal dengan persoalan yang melibatkan individu.
"Tergantung mediasinya apa. Kan ada dua, konflik dan sengketa. Konflik itu kan kalau ada yang menyangkut konflik agraria secara komunal, ada konflik yang menyangkut individu-individu," katanya.
Baca Juga: Baleg DPR Setujui RUU Reforma Agraria Dibawa ke Paripurna Besok
Menurutnya, persoalan yang melibatkan individu dan berkaitan dengan administrasi pertanahan kemungkinan tetap ditangani Kementerian ATR/BPN. Sementara untuk konflik agraria komunal yang melibatkan masyarakat dengan korporasi, BUMN, maupun BMN, penanganannya berpotensi masuk ke badan reforma agraria yang baru.
"Tapi kalau menyangkut komunal seperti rakyat dengan korporasi, rakyat dengan BUMN, rakyat dengan BMN, mungkin ada di dalam badan tersebut nanti mediasinya atau gimana," pungkasnya.
LPRA merupakan lembaga yang diatur dalam UU tentang Pengaturan Reforma Agraria yang telah disahkan DPR RI. Lembaga tersebut berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden dengan fungsi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta penyelesaian konflik reforma agraria.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









