Akurat

Menteri PPPA Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar SMAN 72 Jakarta Bisa Dimulai Besok

Siti Nur Azzura | 9 November 2025, 18:32 WIB
Menteri PPPA Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar SMAN 72 Jakarta Bisa Dimulai Besok

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, memastikan kondisi sekolah SMAN 72 Jakarta telah aman dan siap kembali untuk dimulainya kegiatan belajar mengajar, pada Senin (10/11/2025).

"Kami telah meninjau langsung lokasi ledakan di area masjid sekolah. Sebagian besar kerusakan telah diperbaiki oleh pihak kepolisian, dan kami berterima kasih atas langkah cepat kepolisian dalam melakukan perbaikan," kata Arifah dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).

Pihaknya pun telah terus berkoordinasi dengan pihak sekolah agar kegiatan belajar berjalan dengan aman, tanpa menimbulkan kekhawatiran bagi siswa maupun guru.

Baca Juga: Ledakan SMAN 72 Cermin Gagalnya Sistem Perlindungan Siswa di Sekolah

Kementerian PPPA juga siap memberikan bantuan berupa pendampingan psikososial, termasuk melibatkan konselor dan tenaga ahli untuk memastikan kondisi emosional para siswa dan guru tetap stabil. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan aman bagi anak. 

"Yang perlu mendapatkan perlindungan dan pemulihan bukan hanya yang sekarang ada di rumah sakit, tetapi anak-anak yang ada di sekolah ini juga butuh pemulihan. Jadi ini tadi kita sedang diskusikan apa yang baiknya kita lakukan baik terhadap guru, terhadap siswa, dan juga terhadap keluarga," ucap dia.

Karena itu, membantu proses pemulihan dan dukungan mental sangatlah penting agar anak-anak dan keluarga mampu kembali bangkit, pasca peristiwa yang mengejutkan tersebut. 

"Pendampingan psikologis adalah prioritas utama kami. Besok kami akan berkoordinasi lebih lanjut untuk menentukan langkah terbaik bagi anak-anak, keluarga, dan para guru," ujarnya.

Dia juga menyampaikan, dukungan emosional dari lingkungan sekitar sangat membantu proses penyembuhan para korban. Interaksi antar teman sebaya yang saling menghibur, dapat menjadi bagian dari proses pemulihan trauma. 

"Beberapa anak sudah bisa diajak bicara. Mereka saling menghibur di kamar rawat. Bahkan ada yang ngobrol sambil membawa infus, mungkin sebagai cara mereka untuk healing, agar tidak terus mengingat kejadian itu," jelasnya.

Baca Juga: Pasca Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kementerian PPPA Fokus Pemulihan Psikologis dan Perlindungan Anak

Selain memberikan pendampingan psikologis, Kementerian PPPA juga memastikan kebutuhan dasar dan layanan kesehatan para korban terpenuhi dengan baik. Dia menekankan pentingnya perhatian khusus bagi anak-anak, agar proses pemulihan berjalan optimal, baik secara fisik maupun mental.

"Dukungan moral dan kehadiran langsung pemerintah diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat anak-anak dan keluarga korban. Kami ingin memastikan anak-anak tidak merasa sendirian. Negara hadir untuk mereka," tegasnya. 

Selain itu, dia juga memastikan pemerintah akan memberikan pendampingan penuh bagi korban, termasuk siswa, guru, maupun orang tua yang terdampak.

"Kami menyampaikan empati dan semangat kepada anak-anak serta keluarga agar mereka tidak patah semangat untuk melanjutkan sekolah. Kami sangat prihatin, namun kita harus mencari solusinya bersama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak," ujar Arifah. 

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 14 siswa korban ledakan masih dirawat di RS Islam Cempaka Putih, dengan dua di antaranya dirawat intensif di ruang ICU. Sementara di RS Yarsi, terdapat 14 korban yang dirawat di ruang rawat inap dan satu korban di ruang ICU. Kemen PPPA akan terus memantau kondisi para korban bersama pihak rumah sakit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.