Akurat

Cek Fakta: Benarkah Sri Mulyani Klaim Rakyat Tak Bisa Hidup Tanpa DPR?

Naufal Lanten | 12 September 2025, 19:48 WIB
Cek Fakta: Benarkah Sri Mulyani Klaim Rakyat Tak Bisa Hidup Tanpa DPR?

AKURAT.CO Isu mengenai Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook bernama “Ridwan Mas” pada Minggu, 7 September 2025, menampilkan narasi yang menyebutkan:

“SRI MULYANI MENGKLAIM RAKYAT GAK AKAN HIDUP TANPA ADA DPR NETIZEN; JUSTRU DPR TAK AKAN HIDUP TANPA RAKYAT, GAK ADA KAPOK KAPOKNYA SRI MULYANI”.

Unggahan tersebut mendapat perhatian besar dari warganet. Hingga Rabu, 10 September 2025, video itu telah dibagikan 218 kali, memperoleh lebih dari 1,7 ribu tanda suka, dan menuai lebih dari 1,1 ribu komentar. Banyak netizen yang kemudian mempertanyakan kebenaran klaim tersebut.

Klaim yang Disebarkan di Media Sosial

Narasi dalam video menuding Sri Mulyani membuat pernyataan kontroversial terkait hubungan rakyat dan DPR. Kalimat yang dikutip seolah-olah memperlihatkan bahwa rakyat tidak bisa hidup tanpa keberadaan lembaga legislatif tersebut.

Namun, sebelum mempercayai klaim semacam ini, penting untuk melihat apakah benar ada bukti berupa pemberitaan resmi atau pernyataan langsung dari Sri Mulyani yang mendukung narasi tersebut.

Hasil Pemeriksaan Fakta

Tim pemeriksa fakta dari Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran untuk mengecek kebenaran klaim. Beberapa langkah yang dilakukan adalah:

1. Pencarian dengan Kata Kunci di Google

Dengan memasukkan frasa “Sri Mulyani mengklaim rakyat tidak akan hidup tanpa ada DPR”, tidak ditemukan hasil dari media kredibel yang memberitakan pernyataan tersebut. Biasanya, jika ada pejabat setingkat menteri menyampaikan pernyataan sensitif, media arus utama akan segera memberitakannya. Fakta bahwa tidak ada pemberitaan serupa menjadi indikasi kuat bahwa klaim tersebut tidak benar.

2. Pemeriksaan Foto dengan Google Lens

Foto Sri Mulyani yang digunakan dalam unggahan Facebook tersebut juga diperiksa melalui Google Lens. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa gambar tersebut sudah beredar sejak tahun 2020 dan telah dipakai dalam beberapa artikel berita. Namun, tidak ada satupun isi berita lama yang menyinggung soal rakyat tidak bisa hidup tanpa DPR. Dengan kata lain, gambar hanya digunakan untuk memberi kesan seolah-olah klaim dalam video memiliki dasar, padahal konteks aslinya berbeda.

Kesimpulan: Klaim Tidak Benar

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada bukti valid yang mendukung klaim bahwa Sri Mulyani pernah mengatakan rakyat tidak bisa hidup tanpa DPR. Foto yang dipakai dalam unggahan tersebut juga merupakan materi lama yang dipotong dari konteks aslinya.

Dengan demikian, konten yang disebarkan melalui akun Facebook “Ridwan Mas” termasuk dalam kategori disinformasi atau konten menyesatkan.

Kenapa Hoaks Seperti Ini Mudah Viral?

Ada beberapa faktor yang membuat informasi semacam ini cepat menyebar:

  • Tokoh publik: Nama besar seperti Sri Mulyani mudah menarik perhatian.

  • Narasi provokatif: Klaim yang menyerang atau menyudutkan figur tertentu cenderung memancing emosi.

  • Minim verifikasi: Banyak pengguna media sosial membagikan informasi tanpa mengecek kebenarannya lebih dulu.

Penutup

Hoaks politik dan klaim palsu sering kali muncul menjelang momen penting atau ketika isu tertentu sedang hangat dibicarakan. Oleh karena itu, sebelum ikut menyebarkan, sebaiknya lakukan pengecekan ke sumber resmi atau media kredibel.


Baca Juga: Pasca Reshuffle Kabinet, 23,7 Ribu Netizen Bahas Pergantian Sri Mulyani

Baca Juga: Gegara Sindir Sri Mulyani Agen CIA, Menkeu Purbaya Larang Anaknya Main Instagram

FAQ

1. Benarkah Sri Mulyani pernah mengatakan rakyat tidak bisa hidup tanpa DPR?
Tidak. Setelah dilakukan penelusuran, tidak ada bukti berupa pernyataan resmi maupun pemberitaan media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

2. Dari mana asal klaim Sri Mulyani rakyat tak bisa hidup tanpa DPR?
Klaim ini berasal dari sebuah unggahan video di akun Facebook bernama “Ridwan Mas” pada 7 September 2025. Narasi dalam video tersebut tidak terbukti benar.

3. Bagaimana cara tim pemeriksa fakta mengecek klaim ini?
Tim Mafindo (TurnBackHoax) menggunakan dua metode utama, yaitu pencarian kata kunci di Google dan pemeriksaan foto dengan Google Lens. Hasilnya, tidak ditemukan bukti yang mendukung klaim.

4. Apakah foto yang digunakan dalam unggahan itu asli?
Foto memang asli, tetapi bukan baru. Gambar Sri Mulyani tersebut sudah beredar sejak tahun 2020 dan tidak ada kaitannya dengan klaim yang disebarkan.

5. Mengapa hoaks tentang pejabat publik mudah viral di media sosial?
Karena nama besar pejabat publik cepat menarik perhatian, ditambah narasi provokatif yang memancing emosi warganet. Banyak orang membagikannya tanpa melakukan verifikasi.

6. Apa kategori hoaks pada kasus ini?
Unggahan tersebut masuk kategori disinformasi atau konten menyesatkan, karena memuat klaim yang tidak sesuai fakta dengan memakai foto lama.

7. Apa yang bisa dilakukan agar tidak mudah terjebak hoaks?
Biasakan cek sumber informasi ke media kredibel, gunakan alat pencarian gambar seperti Google Lens, serta jangan langsung membagikan konten yang belum terverifikasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.