Pasca Reshuffle Kabinet, 23,7 Ribu Netizen Bahas Pergantian Sri Mulyani

AKURAT.CO Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut adanya 23,7 ribu perbincangan di media sosial yang membahas pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dari Sri Mulyani Indrawati ke Purbaya Yudhi Sadewa.
Peneliti Continuum Data Indonesia dan Data Analyst Continuum Indef Wahyu Tri Utomo mengatakan nama Sri Mulyani paling banyak dibicarakan oleh warganet setelah adanya perombakan di Kabinet Merah Putih.
“Isinya adalah yang pertama, karena bu Mulyani yang cukup menemui banyak simpati, karena dinilai sudah cukup lama, sangat lama mengabdi sebagai Menteri Keuangan,” kata Wahyu dalam Diskusi Publik Sentimen Publik Terhadap Reshuffle Kabinet dikutip, Jumat (12/9/2025).
Baca Juga: Indef Sebut Industri TPT dan Alas Kaki Paling Terpukul Tarif Trump
Di sisi lain, sering dibicarakannya Sri Mulyani tidak bisa terlepas dari komentar Purbaya mengenai aksi demonstrasi beberapa hari lalu.
Dalam pernyataannya, Purbaya menilai isi tuntunan 17+8 pada aksi masa lalu hanya digaungkan oleh sebagian kecil masyarakat saja.
“Menurut warganet itu, itu statement yang tidak pantas untuk seorang Menteri baru. Bahkan ada yang berkelakar. wah ini Menteri Baru saja dilantik kok udah bikin ginian, apa ini tanda-tanda dari reshuffle lagi,” tambahnya.
Selain Sri Mulyani, warganet juga membicarakan pergantian beberapa menteri seperti Budi Arie yang lengser dari jabatannya sebagai Menteri Koperasi.
Warganet menilai pencopotan Budi Arie merupakan langkah positif karena performa dirinya di Kemenkop tidak membuahkan hasil.
“Yang kedua adalah terkait akar kasus terkait dugaan Judol. Selain itu ada beberapa yang menghubungkannya dengan upaya bersih-bersih dari Geng Solo,” ucap Wahyu.
Baca Juga: Erick Mau Rampingkan BUMN Jadi 30 Entitas Untuk Penyehatan Bisnis, Indef: Tak Bisa Instan
Sementara itu, posisi Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding dicopot, mendapat dukungan dari publik akibat bermain domino dengan mantan tersangka kasus pembalakan liar Aziz Wellang.
Tak hanya itu saja, Wahyu melihat adanya respon positif dari dicopotnya Budi Gunawan dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Budi Gunawan dianggap gagal memberikan perlindungan dan keamanan, terutama setelah aksi demonstrasi beberapa waktu lalu yang berujung pada ketidaknyamanan publik.
Lebih lanjut, dicopotnya Dito Ariotedjo dari kursi Menpora juga masuk dalam sorotan warganet. Banyak yang menilai kontribusinya selama menjabat kurang terlihat dan tidak memberikan dampak signifikan.
Adapun, Indef melihat mayoritas netizen justru menilai langkah reshuffle tidak akan memberikan dampak besar terhadap arah pemerintahan.
Sebab, sekitar 64% menyatakan pesimis reshuffle kali ini akan membawa banyak perubahan. Alasannya, masih ada sejumlah pejabat yang dinilai layak diganti, tetapi justru tetap dipertahankan dalam jajaran kabinet.
“Yang kedua, ada ketakutan, ada semacam kekhawatiran akan ini nanti menjadi upaya atau kelanjutan dari bagi-bagi jabatan, kira-kira gitu,” tutur Wahyu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








