Akurat

Jokowi Soroti Wisata Kupu-kupu di Maros: Banyakin Tanam Pohon, Bukan Tembok

Rizky Dewantara | 10 Juli 2024, 12:58 WIB
Jokowi Soroti Wisata Kupu-kupu di Maros: Banyakin Tanam Pohon, Bukan Tembok

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti wisata unik yang ada di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Di mana di daerah tersebut memiliki banyak kupu-kupu yang belum pernah dia lihat.

"Contoh di Maros, Sulawesi Selatan. Ini ada tempat yang saya belum pernah ke sana yang kupu-kupunya sangat banyak sekali. Ini sangat unik sekali," kata Jokowi dalam pembukaan rapat kerja nasional XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Tahun 2024, Rabu (10/7/2024).

Dia meyakini, wisata kupu-kupu tersebut biaa menjadi wisata alam potensial, dan mwndatangkan banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Tentunya, harus dengan pembangunan dengan sentuhan yang baik.

Baca Juga: Kembangkan Sektor Pariwisata, Jokowi Minta Pemda Tiru Bhutan hingga Maldives

"Ini bisa dijual mahal sekali menurut saya, kalau promosinya bener, brandingnya bener. Spesifik, bagus sekali. Kalau sudah promosinya bagus, bapak ibu mau kenakan tiket berapa pun semuanya akan mau, hanya untuk lihat kupu-kupu yang ada," jelasnya.

Salah satu caranya, yakni dengan menanam banyak pohon agar lebih banyak lagi kupu-kupu yang akan datang. Selain bisa meningkatkan sektor pariwisata, juga bisa menjaga kelestarian alam.

"Jangan sampai barangnya bagus justru disentuh dengan semen semen tembok tembok. Bukan dengan begitu. Haruanya yang banyak itu ditanami pohon-pohon yang menarik kupu-kupu lebih banyak lagi, Jangan justru di tempat-tempat seperti ini temboknya yang dibanyakin, semennya dibanyakin, bukan itu," tegasnya.

Dia pun meminta agar pemda bisa mencari arsitek landscape yang bisa membuat skema pengembangan sektor wisata dengan baik. Namun jika tidak bisa, pemda bisa meminta bantuan Kementerian Perencanaan Pengembangan Nasional (PPN/Bappenas).

"Tolong dicarikan arsitek landscape yang pinter. Kalau derah enggak siap, surati Bappenas untuk merencanakan agar barang yang bagus menjadi sebuah berlian bagi kita semua," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.