Akurat Logo

Kembangkan Sektor Pariwisata, Jokowi Minta Pemda Tiru Bhutan hingga Maldives

Rizky Dewantara | 10 Juli 2024, 12:13 WIB
Kembangkan Sektor Pariwisata, Jokowi Minta Pemda Tiru Bhutan hingga Maldives

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, persaingan antar negara saat ini semakin ketat. Untuk itu, dia ingin pemerintah bisa sedaptif mungkin dan terus melakukan inovasi-inovasi, terutama di daerah.

Dia ingin potensi-potensi di daerah di Indonesia bisa terus dikembangkan, salah satunya melalui sektor pariwisata. Menurutnya, keindahan alam Indonesia tidak kalah dri negara lain, sehingga jika dikembangkan maka bisa mendapatkan keuntungan bagi daerah.

"Kalau daerah-daerah yang pemandangannya bagus dari sisi pariwisatanya, semuanya harus dikembangkan," kata Jokowi dalam pembukaan rapat kerja nasional XVI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Tahun 2024, Rabu (10/7/2024).

Baca Juga: HHRMA Bali Mendorong Pertumbuhan Karir di Industri Pariwisata

Pemerintah daerah (pemda) bisa mencontoh negara lain, salah satunya Bhutan. Negara di Asia Selatan itu tidak memiliki minyak dan gas, namun bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi dari potensi alamnya.

Ada pula Maldives, yang terkenal dengan keindahan pantainya. Di mana 30 persen pendapatan negaranya berasal dari pariwisata. Bahkan negara Afrika bisa menghasilkan Rp196 triliun per tahun dari sektor pariwisatanya.

Menurutnya, Indonesia perlu meniru negara-negara tersebut dalam memaksimalkan pendapatan negaranya dengan mengoptimalkan pemanfaatan sektor pariwisatanya. Terlebih lagi, Indonesia memiliki semua hal yang ada di negara-negara tersebut, pemandangan alam hingga pantai yang tak kalah indah.

"Menawarkan pengalaman safari yang otentik, melihat satwa di habitat aslinya, kita nih punya semuanya. Ini gimana mengemas ini, daerah bisa mengemas ini menjadi sebuah pendapatan dan penerimaan bagi daerah," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.