Akurat

Bapanas Yakin Program Makan Siang dan Susu Gratis Geliatkan Ekonomi Perdesaan

Rizky Dewantara | 21 Februari 2024, 15:35 WIB
Bapanas Yakin Program Makan Siang dan Susu Gratis Geliatkan Ekonomi Perdesaan

 

AKURAT.CO Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, menilai program makan siang dan susu gratis dari pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bisa menggeliatkan perekonomian di perdesaan.

"Itu kan (program) Pak Presiden terpilih, kan masih belum diumumkan dengan official. Tapi kalau itu terjadi (program makan siang dan susu), positifnya ini akan menggerakkan ekonomi, geliat ekonomi terutama di perdesaan," kata Arief di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (21/2/2024).

Baca Juga: TKN Pastikan Program Makan Siang Gratis Jadi yang Pertama Dijalankan usai Prabowo-Gibran Dilantik

Menurutnya, jika program tersebut berjalan maka masyarakat yang tinggal di desa-desa dapat memanfaatkan peluang usaha dengan menjadi peternak sapi perah.

"Kenapa begitu? Karena sudah ada di hilirnya itu yang siap untuk meng-offtake (membeli ) , bisa jadi makan siang gratis atau nanti susu sebenarnya itu nanti di hulunya itu akan ada geliat ekonomi," imbuhnya.

Dia menilai, pelaksanaan program tersebut akan mendorong aktivitas ekonomi di hulu, karena akan melibatkan peternak di perdesaan. Nantinya peternak dapat beternak lima hingga 10 ekor sapi perah.

"Sehingga nanti peternak di Indonesia itu di desa-desa bisa memiliki sapi perah misalnya lima sampai 10 ekor, nanti setiap desa juga akan berkembang," tutur Arief.

Untuk itu, dia menekankan pentingnya pengembangan sapi perah dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor dari luar negeri.

Program tersebut juga akan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dalam sektor peternakan sapi tetapi juga dalam sektor lainnya, seperti hortikultura dan peternakan ayam.

Masyarakat nantinya juga akan geliat melakukan penanaman sayur-mayur. Kemudian hasil tanaman maupun peternakan tersebut nantinya akan dibeli oleh pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait guna memasok kebutuhan pangan dari program makan siang dan susu gratis tersebut.

Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran: Program Makan Siang dan Susu Gratis Butuh Perencanaan Matang

Arief menjelaskan pola pangan harapan berdasarkan Badan Pangan Nasional yakni dalam satu piring berisikan 1/3 karbohidrat, 1/3 sayur mayur, 1/6 lauk pauk, dan 1/6 buah-buahan. Kemudian dilengkapi oleh susu.

"Karena ini makannya makan sehat pasti ada sayur, ada telor ada ayam. Jadi ini akan membangun ekosistem pangan sebenarnya," ujar Arief.

Meski begitu, hal tersebut masih harus dihitung benar setiap porsi karena setiap daerah di Indonesia berbeda-beda. "Biarkan ini berproses, tapi ini sangat baik untuk petani dan peternak kita karena akan di offtake (dibeli oleh pemerintah)," jelasnya.

Dia melihat, potensi program tersebut akan dapat mengatasi masalah pangan dan gizi buruk di berbagai daerah, serta memberikan manfaat bagi ibu menyusui dan anak sekolah dari tingkat TK hingga SMA.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.