Bapanas Yakin Program Makan Siang dan Susu Gratis Geliatkan Ekonomi Perdesaan

AKURAT.CO Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, menilai program makan siang dan susu gratis dari pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bisa menggeliatkan perekonomian di perdesaan.
"Itu kan (program) Pak Presiden terpilih, kan masih belum diumumkan dengan official. Tapi kalau itu terjadi (program makan siang dan susu), positifnya ini akan menggerakkan ekonomi, geliat ekonomi terutama di perdesaan," kata Arief di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (21/2/2024).
Baca Juga: TKN Pastikan Program Makan Siang Gratis Jadi yang Pertama Dijalankan usai Prabowo-Gibran Dilantik
Menurutnya, jika program tersebut berjalan maka masyarakat yang tinggal di desa-desa dapat memanfaatkan peluang usaha dengan menjadi peternak sapi perah.
"Kenapa begitu? Karena sudah ada di hilirnya itu yang siap untuk meng-offtake (membeli ) , bisa jadi makan siang gratis atau nanti susu sebenarnya itu nanti di hulunya itu akan ada geliat ekonomi," imbuhnya.
Dia menilai, pelaksanaan program tersebut akan mendorong aktivitas ekonomi di hulu, karena akan melibatkan peternak di perdesaan. Nantinya peternak dapat beternak lima hingga 10 ekor sapi perah.
"Sehingga nanti peternak di Indonesia itu di desa-desa bisa memiliki sapi perah misalnya lima sampai 10 ekor, nanti setiap desa juga akan berkembang," tutur Arief.
Untuk itu, dia menekankan pentingnya pengembangan sapi perah dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor dari luar negeri.
Program tersebut juga akan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dalam sektor peternakan sapi tetapi juga dalam sektor lainnya, seperti hortikultura dan peternakan ayam.
Masyarakat nantinya juga akan geliat melakukan penanaman sayur-mayur. Kemudian hasil tanaman maupun peternakan tersebut nantinya akan dibeli oleh pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait guna memasok kebutuhan pangan dari program makan siang dan susu gratis tersebut.
Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran: Program Makan Siang dan Susu Gratis Butuh Perencanaan Matang
Arief menjelaskan pola pangan harapan berdasarkan Badan Pangan Nasional yakni dalam satu piring berisikan 1/3 karbohidrat, 1/3 sayur mayur, 1/6 lauk pauk, dan 1/6 buah-buahan. Kemudian dilengkapi oleh susu.
"Karena ini makannya makan sehat pasti ada sayur, ada telor ada ayam. Jadi ini akan membangun ekosistem pangan sebenarnya," ujar Arief.
Meski begitu, hal tersebut masih harus dihitung benar setiap porsi karena setiap daerah di Indonesia berbeda-beda. "Biarkan ini berproses, tapi ini sangat baik untuk petani dan peternak kita karena akan di offtake (dibeli oleh pemerintah)," jelasnya.
Dia melihat, potensi program tersebut akan dapat mengatasi masalah pangan dan gizi buruk di berbagai daerah, serta memberikan manfaat bagi ibu menyusui dan anak sekolah dari tingkat TK hingga SMA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi







