Beras Oplosan: Dari Sania hingga Jelita, Merek-merek yang Terbukti Curang

AKURAT.CO Fenomena beras oplosan kembali mencuat ke publik dan mengguncang kepercayaan konsumen terhadap produk beras premium di Indonesia.
Kasus ini menyeret sejumlah merek ternama yang selama ini dikenal luas oleh masyarakat sebagai produsen beras.
Faktanya terungkap setelah Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan Polri melakukan uji laboratorium serta pemeriksaan langsung ke produsen.
Baca Juga: KPK dan Bareskrim Ditantang Sikat Habis DPRD Jakarta dalam Skandal Beras Oplosan
Dikutip dari Portal Informasi Indonesia, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa uji laboratorium menemukan penyimpangan mutu pada berbagai merek beras premium. Hasil investigasi menunjukkan bahwa praktik kecurangan dilakukan melalui pencampuran beras kualitas rendah, pengurangan berat kemasan, hingga labelisasi yang menyesatkan.
Pemerintah pun mengambil langkah tegas dengan melakukan penyitaan hingga 58,9 ton beras dari gudang produsen besar.
Praktik beras oplosan ini terungkap setelah serangkaian pengawasan di lapangan, termasuk penggeledahan di gudang PT Padi Indonesia Maju yang memproduksi beberapa merek terkenal.
Baca Juga: Bukan Skandal Baru, DPRD Jakarta Diduga Terlibat dalam Kasus Beras Oplosan Food Station
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan pelanggaran standar nasional yang seharusnya menjamin kualitas beras premium. Hal ini menimbulkan keresahan karena masyarakat membayar harga tinggi tanpa mendapatkan kualitas yang dijanjikan.
Kasus tersebut tidak hanya menyoroti pelanggaran mutu tetapi juga menyingkap motif ekonomi di balik kecurangan.
Dengan menjual beras oplosan seolah-olah premium, para produsen memperoleh keuntungan berlipat, sementara konsumen menjadi pihak yang paling dirugikan.
Baca Juga: Pramono Anung Minta Beras Oplosan Food Station Ditarik dari Peredaran
Pemerintah menegaskan bahwa tindakan hukum akan dijalankan, tidak hanya untuk melindungi masyarakat tetapi juga demi menjaga stabilitas pasar pangan nasional.
Untuk memperjelas, berikut beberapa merek beras yang terbukti curang menurut hasil penyelidikan:
1. Sania
Produk beras premium dari PT Padi Indonesia Maju, terbukti tidak memenuhi standar mutu setelah uji laboratorium.
2. Fortune
Ditemukan adanya penyimpangan standar SNI beras premium, disita bersama Sania di gudang produsen.
3. Sovia
Turut terjaring dalam penyitaan 58,9 ton beras yang dipasarkan dengan label premium namun kualitasnya tidak sesuai.
4. Siip
Masuk dalam daftar produk yang hasil pengujiannya melanggar batas kadar butir patah yang diizinkan.
5. Jelita
Produk lain yang disebut dalam laporan pemerintah, dengan modus serupa yaitu pencampuran beras biasa ke dalam kemasan premium.
Baca Juga: Modus Baru Beras Oplosan Terbongkar, Label SPHP Jadi Tameng Penipuan
Tindakan tegas pemerintah diharapkan menjadi efek jera bagi produsen lain yang berpotensi melakukan praktik serupa.
Perlindungan terhadap konsumen bukan hanya soal mutu beras tetapi juga tentang menjaga keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap pangan nasional.
Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









