Akurat

Transformasi Digital Dorong Daya Saing dan Kinerja Perusahaan di Indonesia

Wahyu SK | 24 Oktober 2025, 14:33 WIB
Transformasi Digital Dorong Daya Saing dan Kinerja Perusahaan di Indonesia

AKURAT.CO Transformasi digital telah menjadi elemen kunci dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis di era disrupsi bisnis.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, sebagian besar perusahaan gagal beradaptasi dan mengadopsi teknologi menghadapi risiko besar kehilangan relevansi dan kehilangan bisnis.

Di Indonesia, misalnya, sejumlah mal dan pusat perbelanjaan mulai mengalami koreksi keuntungan karena banyak konsumen beralih ke belanja daring.

GS Supermarket (jaringan swalayan asal Korea) mengumumkan penutupan seluruh gerainya di Indonesia per akhir Mei 2025.

Baca Juga: Menko PMK Dorong Transformasi Digital ASEAN yang Berkeadilan dan Berpusat pada Manusia

LuLu Hypermarket, jaringan ritel asal Timur Tengah, bahkan telah lebih dulu menghentikan seluruh operasinya di Indonesia.

Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa ketanggapan dan kelincahan terhadap adopsi teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi keberlanjutan bisnis.

Menyadari urgensi tersebut, praktisi telekomunikasi, Sonny Sintong Panutur, melalui riset akademik untuk meraih gelar doktor di bidang manajemen dan kewirausahaan, meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi digital serta dampaknya terhadap kinerja perusahaan di sektor ritel, TIK dan keuangan di Indonesia.

Dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor, Sonny mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji yang digelar di Universitas Prasetiya Mulya, Cilandak, Jakarta, pada Senin (20/10/2025).

Baca Juga: Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Transformasi Digital Nasional

Penelitian Sonny juga bertujuan menyelidiki peran agility organisasi dan partisipasi konsumen dalam konteks transformasi digital sebagai variabel dampak yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

Dengan metode campuran sekuensial (kuantitatif–kualitatif), data dikumpulkan dari 207 responden perusahaan melalui survei daring dan dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan aplikasi Smart PLS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknologi, sumber daya manusia dan lingkungan secara signifikan berkontribusi pada keberhasilan transformasi digital, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi operasional, kinerja inovasi serta pertumbuhan laba.

"Transformasi digital bukan hanya soal adopsi teknologi terkini, tetapi tentang bagaimana organisasi mengubah cara berpikir, berstrategi dan berinovasi. Agility organisasi menjadi jantung dari kemampuan perusahaan untuk bertahan dan tumbuh di tengah ketidakpastian dalam melakukan transformasi digital," jelas Sonny, yang juga peneliti sekaligus promovendus Universitas Prasetiya Mulya.

Baca Juga: Komdigi Soroti Pentingnya Edge AI dalam Transformasi Digital Indonesia

Agility organisasi yang muncul dari transformasi digital diidentifikasi sebagai mediator parsial yang memperkuat efek positif transformasi digital terhadap kinerja perusahaan.

Sementara itu, partisipasi konsumen juga memainkan peran penting, terutama dalam memperkuat pengaruh transformasi digital terhadap kinerja inovasi.

"Penelitian yang dilakukan oleh Sonny Sintong memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu kewirausahaan dan manajemen, baik di lingkungan Universitas Prasetiya Mulya maupun di dunia akademik dan praktisi secara luas. Dengan latar belakang profesional promovendus di bidang teknologi, penelitian ini diharapkan turut memperkaya pemahaman dan praktik transformasi digital organisasi yang menuntut tidak hanya kesiapan teknologi, kemampuan manusia serta faktor eksternal berupa kebijakan publik dan organisasi untuk beradaptasi dengan cepat," Wakil Dekan I SBE sekaligus Ketua Sidang Terbuka Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Agus Salim, CFA, memaparkan.

Sementara itu, Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan Ditapradana, yang turut hadir dalam sidang terbuka, menilai bahwa hasil penelitian Sonny relevan dengan kondisi pasar domestik.

Baca Juga: Big Data Jadi Senjata Transformasi Digital, Komdigi Tekankan Keamanan Data

"Banyak perusahaan yang sudah berinvestasi besar dalam implementasi teknologi terkini tetapi belum menyentuh aspek agility dan partisipasi konsumen. Padahal keduanya sangat menentukan efektivitas transformasi digital untuk mencapai pertumbuhan kinerja perusahaan," ujarnya.

Dengan mengintegrasikan agility organisasi dan partisipasi konsumen dalam kerangka transformasi digital, penelitian ini memberikan wawasan berharga dalam mengoptimalkan strategi digital untuk mendorong keberhasilan perusahaan. Sekaligus memperluas pengetahuan ilmiah mengenai hubungan antara transformasi digital dan kinerja bisnis perusahaan.

Melalui penelitian ini, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul tetapi juga berperan aktif dalam menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan tantangan industri serta mampu memberikan solusi nyata bagi dunia bisnis di Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah Genjot Transformasi Digital, FiberStar Hadirkan Solusi Manajemen Wi-Fi Lewat Kemitraan Global

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK