Big Data Jadi Senjata Transformasi Digital, Komdigi Tekankan Keamanan Data

AKURAT.CO Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menyebut big data bisa mempercepat transformasi digital di pemerintahan daerah. Ia menilai data digital penting sebagai dasar kebijakan yang lebih cepat, akurat dan akuntabel.
"Pemanfaatan big data memungkinkan kita melakukan lompatan besar di sektor publik. Big data menawarkan akurasi dan kecepatan sehingga mampu mempercepat eksekusi layanan publik," ujar Nezar dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (19/9/2025).
Ia menyebut infrastruktur digital telah menghasilkan data yang melimpah. Dengan internet yang menjangkau 80 persen populasi atau 222 juta orang, aktivitas digital kini menjadi sumber data penting bagi pengambilan keputusan.
"Kesalahan dalam membaca data bisa berdampak pada kebijakan yang diambil. Oleh karena itu, Satu Data Indonesia menjadi penting untuk menjamin kualitas data," katanya.
Meski peluang pemanfaatan big data besar, ancaman kebocoran data masih menghantui. Nezar mencontohkan serangan siber ke pusat data nasional yang terjadi karena lemahnya keamanan di salah satu kabupaten.
"Hal ini menunjukkan pentingnya disiplin dan standar keamanan data," tegasnya.
Untuk memperkuat tata kelola big data, Nezar menawarkan strategi kemitraan publik-swasta dan pelibatan masyarakat lewat citizen generated data serta crowdsourcing. Ia menegaskan perlindungan data pribadi tetap menjadi prioritas utama.
Nezar menyinggung contoh Kabupaten Sumedang yang berhasil menurunkan angka stunting. Hal itu dicapai lewat pemanfaatan platform digital untuk memantau gizi dan kesehatan ibu hamil.
"Kabupaten Sumedang memanfaatkan platform digital untuk memantau kondisi ibu hamil dan asupan gizi. Pemantauan intensif berbasis data terbukti mampu menurunkan angka stunting secara signifikan," pungkasnya.
Sebagai langkah lanjutan, Nezar mendorong pembentukan data labs di daerah. Menurutnya, ruang eksperimental ini bisa menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk menguji solusi digital secara cepat sebelum diterapkan lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri






