Akurat

Mengapa Keamanan Data Jadi Isu Utama dalam Proyek Kecerdasan Buatan (AI)

Ratu Tiara | 22 Desember 2025, 17:25 WIB
Mengapa Keamanan Data Jadi Isu Utama dalam Proyek Kecerdasan Buatan (AI)

AKURAT.CO Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menjadi fondasi utama dalam berbagai sektor, mulai dari keuangan, kesehatan, hingga pendidikan. Namun di balik pesatnya perkembangan tersebut, ada satu isu krusial yang sering kali luput dari perhatian, yakni keamanan data.

Mengapa hal ini menjadi perhatian besar? Karena tanpa sistem keamanan yang kuat, AI justru bisa menjadi ancaman baru bagi privasi dan kepercayaan publik. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Baca Juga: Industri Kripto Perketat Keamanan Data, Cegah Jual-Beli Akun Ilegal

AI Bergantung pada Data dalam Skala Besar

Salah satu alasan utama mengapa keamanan data menjadi isu krusial adalah karena AI tidak dapat bekerja tanpa data.

Sistem AI, terutama yang berbasis machine learning dan deep learning, memerlukan kumpulan data dalam jumlah besar untuk dilatih dan meningkatkan akurasinya.

Namun, di sinilah risiko muncul. Semakin banyak data yang dikumpulkan, semakin besar pula potensi kebocoran atau penyalahgunaan informasi pribadi. Misalnya, dalam sektor kesehatan, data pasien yang digunakan untuk melatih sistem AI bisa bocor dan dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab jika tidak dilindungi dengan baik.

Baca Juga: Hukum Mengilustrasikan Neraka dengan Kecerdasan Buatan dalam Islam

Risiko Kebocoran dan Manipulasi Data

Serangan siber terhadap sistem berbasis AI semakin meningkat. Peretas kini tidak hanya mencuri data, tetapi juga berpotensi memanipulasi algoritma AI itu sendiri.

Hal ini dapat menyebabkan hasil prediksi yang salah, misalnya dalam sistem keuangan, model AI bisa disesatkan untuk mengambil keputusan investasi yang keliru.

Selain itu, data yang dikumpulkan untuk proyek AI sering kali mencakup informasi sensitif seperti identitas pribadi, kebiasaan pengguna, atau data lokasi. Jika sistem keamanan tidak kuat, risiko pelanggaran privasi menjadi sangat tinggi.

Tantangan Etika dan Regulasi

Keamanan data juga erat kaitannya dengan isu etika dan regulasi. Masih banyak proyek AI yang belum memiliki standar perlindungan data yang jelas. Hal ini disebabkan oleh perbedaan regulasi antar negara dan lemahnya penegakan hukum di bidang keamanan siber.

Indonesia sebenarnya telah memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), namun penerapannya dalam konteks AI masih memerlukan penyesuaian lebih lanjut, terutama terkait transparansi penggunaan data dan hak pengguna untuk menghapus data pribadi mereka dari sistem AI.

Strategi Perusahaan untuk Menjaga Keamanan Data

Agar risiko kebocoran data dapat ditekan, perusahaan yang mengembangkan proyek AI perlu menerapkan strategi keamanan siber berlapis.

Beberapa langkah yang direkomendasikan oleh para ahli meliputi:

  • Enkripsi data selama proses pengumpulan dan penyimpanan.

  • Penerapan prinsip minimisasi data, yaitu hanya mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkan.

  • Audit keamanan berkala untuk mendeteksi celah keamanan dalam sistem.

  • Pelatihan etika data bagi tim pengembang AI, agar mereka memahami tanggung jawab dalam melindungi privasi pengguna.

Pendekatan ini tidak hanya membantu menjaga kepercayaan publik, tetapi juga memastikan keberlanjutan proyek AI dalam jangka panjang.

Inovasi AI memang membawa banyak manfaat, mulai dari efisiensi operasional hingga peningkatan layanan publik. Namun, tanpa perlindungan data yang kuat, kemajuan ini dapat berubah menjadi ancaman.

Oleh karena itu, perusahaan dan pemerintah perlu menyeimbangkan antara inovasi teknologi dan tanggung jawab etika.

Nadira Maia Arziki (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R