Akurat

Microsoft Bantah Tulis Ulang Windows 11 dengan AI, Ini Klarifikasinya

Yusuf Tirtayasa | 26 Desember 2025, 18:10 WIB
Microsoft Bantah Tulis Ulang Windows 11 dengan AI, Ini Klarifikasinya

AKURAT.CO Microsoft menegaskan tidak memiliki rencana untuk menulis ulang Windows 11 menggunakan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan juga memastikan tidak ada upaya mengganti bahasa pemrograman C dan C++ dengan Rust.

Klarifikasi ini muncul setelah sebuah unggahan di LinkedIn memicu perdebatan luas. Pernyataan tersebut berasal dari seorang insinyur senior Microsoft dan langsung menarik perhatian publik.

Sebelumnya, Galen Hunt menyebut target ambisius untuk menghilangkan C dan C++ dari Microsoft pada 2030. Ia juga menyinggung penggunaan AI dengan konsep '1 insinyur, 1 bulan, 1 juta baris kode'.

Unggahan tersebut memicu spekulasi bahwa Windows 11 akan ditulis ulang menggunakan Rust berbasis AI. Isu ini kemudian berkembang dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna.

Menanggapi hal itu, Microsoft menegaskan kepada Windows Latest bahwa tidak ada rencana tersebut. Galen Hunt juga mengklarifikasi bahwa proyeknya hanyalah riset internal, bukan strategi resmi untuk Windows 11.

"Tampaknya postingan saya menghasilkan lebih banyak perhatian daripada yang saya maksudkan dengan banyak bacaan spekulatif di antara baris. Hanya untuk memperjelas Windows tidak sedang ditulis ulang di Rust dengan AI," ujar Hunt, dikutip dari laman resmi Microsoft, Jumat (26/12/2025).

Selain itu, Microsoft memang secara terbuka mendorong penggunaan AI dalam pengembangan perangkat lunak. Hal ini membuat spekulasi publik semakin mudah berkembang.

CEO Microsoft Satya Nadella sebelumnya menyebut sekitar 20-30 persen kode internal sudah dibuat dengan bantuan AI. Ia memperkirakan porsi tersebut akan terus meningkat ke depannya.

Bahkan, CTO Microsoft memprediksi hingga 95 persen kode dapat dihasilkan oleh AI pada 2030. Pernyataan ini memperkuat persepsi bahwa AI akan memegang peran besar di Microsoft.

Di luar isu AI, Windows 11 justru menghadapi masalah lain yang lebih terasa oleh pengguna. Penggunaan WebView2 dan Electron dinilai boros RAM dan berdampak pada kinerja sistem.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.