Telkom Akses Kejar Swakelola dan Efisiensi, Sukses Bangun 1,2 Juta Port Jaringan di 2025

AKURAT.CO Direktorat Construction Telkom Akses mencatat lonjakan signifikan pembangunan jaringan sepanjang 2025. Dengan capaian 1.250.000 deployment port Optical Distribution Point (ODP) Fiber to The Home (FTTH) yang telah go live.
Capaian tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi 2024 yang berada di angka 653.000 port.
Di tengah perubahan lanskap korporasi TelkomGroup, kinerja ini menjadi indikator penting kemampuan unit usaha menciptakan nilai tambah.
Direktur Construction Telkom Akses, Sinung Wibowo, menyebut peningkatan tersebut sebagai hasil penyesuaian strategi pembangunan jaringan yang tidak lagi semata mengejar kecepatan dan kualitas tetapi juga volume dan efisiensi.
Menurutnya, pendekatan ini selaras dengan arah TelkomGroup yang kini berada dalam ekosistem Danantara, di mana setiap entitas dituntut menunjukkan kontribusi bisnis yang nyata.
"Memasuki 2025, kami mengusung tagline 'Lebih Cepat, Lebih Baik, Lebih Banyak.' Kalau 2024 fokusnya kecepatan dan kualitas, tahun ini kami dorong juga jumlah pembangunan secara masif. Telkom ingin membangun sebanyak-banyaknya dan seefisien mungkin. Itu yang kami jawab melalui peningkatan produktivitas," jelas Sinung, dalam keterangannya, Minggu (28/12/2025).
Ia mengungkapkan, hingga akhir tahun capaian pembangunan masih digenjot menuju target 1.340.000 port ODP.
Baca Juga: Telkom Gelar Borneo Digital Summit 2025, Dorong Digitalisasi Pemerintah Daerah
Peningkatan volume tersebut terjadi di tengah penyesuaian harga pekerjaan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga efisiensi menjadi faktor krusial dalam menjaga kinerja.
"Meskipun harganya diturunkan, kita bisa membangun dua kali lipat lebih. Ini menunjukkan pekerjaan kita semakin efisien tetapi output yang dihasilkan jauh lebih besar," kata Sinung.
Memasuki 2026, tantangan Direktorat Construction dinilai semakin kompleks seiring konsolidasi TelkomGroup dalam ekosistem Danantara. Dalam struktur korporasi tersebut, setiap entitas dituntut mampu memberikan nilai tambah berkelanjutan agar tetap relevan.
"Kalau tidak memberi nilai tambah, bisa saja perusahaan itu out. Karena itu, Direktorat Construction harus membuktikan kontribusinya," ujar Sinung.
Salah satu langkah strategis yang didorong adalah penguatan pola swakelola konstruksi. Direktorat Construction menargetkan porsi swakelola mencapai 55 persen pada 2026, sebagai upaya meningkatkan efisiensi biaya, profitabilitas, sekaligus kemandirian operasional.
"Pekerjaan-pekerjaan yang datang akan kami perbesar melalui swakelola. Tantangannya adalah mendidik teman-teman di lapangan yang tadinya berperan sebagai waspang, menjadi pengelola manpower yang andal," jelasnya.
Sinung menambahkan, skema swakelola harus mampu membuktikan kinerja yang lebih baik dibandingkan pola kemitraan, terutama dalam konteks daya saing internal di bawah Danantara.
Baca Juga: Telkom Dukung Ekosistem Pendidikan Makin Berkualitas Lewat AI Tanya Pijar
Direktorat Construction Telkom Akses saat ini menangani pembangunan infrastruktur jaringan fiber optik secara end-to-end, mulai dari penarikan kabel bawah tanah dan udara hingga proses terminasi serta integrasi ke sistem operasional nasional.
Selain mendukung ekspansi TelkomGroup, unit ini juga dipercaya mengerjakan proyek jaringan untuk operator eksternal seperti Tower Bersama Group (TBG), IForte, Jala Lintas Media (JLM), MyRepublic dan lainnya.
Dengan lonjakan kinerja sepanjang 2025 dan strategi efisiensi yang diperkuat ke depan, Direktorat Construction Telkom Akses menempatkan diri sebagai salah satu unit yang berupaya menjaga relevansi dan kontribusi bisnis di tengah transformasi korporasi TelkomGroup dalam ekosistem Danantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









