Menuju 1 Dekade Jokowi: Indeks HAM Tanpa Kemajuan

AKURAT.CO Indeks HAM menuju satu dekade kepemimpinan Presiden Jokowi dianggap mengalami stagnansi alias tanpa kemajuan. Setara Institute bersama Infid melaporkan, indeks HAM tahun 2023 mencapai skor 3,2 atau serupa dengan capaian pada akhir pemerintahan Jokowi periode pertama.
Penyusunan skor dilakukan dengan meneliti hak-hak yang tercantum dalam Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik dan Kovenan Internasional Hak Ekonomi, Sosial, Budaya. Penilaian dilakukan menggunakan skala likert dengan rentang 1-7, semakin tinggi angka maka skor semakin baik.
"Pada Indeks HAM 2023, skor rata-rata untuk seluruh variabel adalah 3,2, yaitu turun 0,1 dari tahun sebelumnya yang berada pada skor 3,3," kata Peneliti Setara Institute, Sayyidatul Insiyah, di Jakarta, Minggu (10/12/2023).
Baca Juga: Pengungsi Rohingya Pusingkan Jokowi: Ditolak Warga Lokal, Terlibat Perdagangan Orang
Penyusunan skor diolah bukan hanya berdasarkan riset mandiri Setara dan Infid, tetapi menganalisa laporan kinerja lembaga negara, laporan organisasi masyarakat sipil, hasil riset lembaga penelitian, dan pemberitaan dari media terpilih.
Menurutnya, skor rata-rata nasional disumbang dari indikator variabel hak ekonomi, sosial, budaya (ekosob) dengan rata-rata 3,3. Penyumbang tertinggi berasal dari hak atas pendidikan yang meraih angka 4,4, sedangkan pemenuhan hak atas tanah masih berada pada skor 1,9.
Baca Juga: Komnas HAM Minta Warga Pelototi DPT Dan Proses Penghitungan Suara
"Walaupun angkanya fluktuatif terjadi sedikit peningkatan dan penurunan. Akan tetapi, pada akhirnya tidak ada progres yang signifikan terkait dengan kemajuan HAM pada tahun ini," lanjut Insiyah.
Indikator hak sipil politik, ujarnya, mencapai skor 3 atau turun 0,1 dibanding 2022. Angka ini dipengaruhi dari aspek kebebasan ruang sipil seperti hak kebebasan beragama berkeyakinan, hak atas rasa aman dan kebebasan berekspresi dan berpendapat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik







