Akurat

Pengembalian Penuh Dana Otsus Papua Bukti Komitmen Presiden Prabowo pada Kesejahteraan Rakyat

Herry Supriyatna | 17 Desember 2025, 22:40 WIB
Pengembalian Penuh Dana Otsus Papua Bukti Komitmen Presiden Prabowo pada Kesejahteraan Rakyat

AKURAT.CO Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menilai, pengembalian Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua secara penuh mencerminkan komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Menurut Pigai, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemenuhan hak-hak dasar warga Papua, khususnya di sektor ekonomi, sosial, dan budaya.

“Pada periode sebelumnya Dana Otsus kerap mengalami pemotongan. Kini Presiden Prabowo mengembalikannya secara utuh hingga lebih dari Rp12 triliun, sekaligus melengkapinya dengan berbagai program strategis seperti Makan Bergizi Gratis,” ujar Pigai dalam konferensi pers di Kementerian HAM, Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Pigai menegaskan, Presiden meminta agar besarnya anggaran tersebut benar-benar dimanfaatkan dan dirasakan langsung oleh masyarakat Papua.

“Presiden menegaskan anggaran besar ini harus dimanfaatkan secara tepat dan memberikan dampak nyata bagi rakyat Papua,” katanya.

Ia menyebutkan, jika digabungkan dengan berbagai program pemerintah lainnya, total anggaran yang mengalir ke Papua hampir mencapai Rp50 triliun.

Selain Program Makan Bergizi Gratis, alokasi dana tersebut juga mendukung pembangunan kampung nelayan, sektor pendidikan, serta berbagai program sosial dan ekonomi lainnya.

Baca Juga: Rekomendasi Kompor Gas Hemat Terbaik dan Praktis untuk Dapur Kecil

Pigai menambahkan, pemerintah pusat juga menekankan kepada pemerintah daerah agar penggunaan dana Otsus diarahkan pada peningkatan kapasitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Fokus utama meliputi penurunan angka kematian ibu dan anak, pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, pengurangan buta huruf, serta pengendalian inflasi dan harga kebutuhan pokok.

“Jika itu dijalankan dengan baik, maka indeks hak asasi manusia, khususnya dalam aspek ekonomi, sosial, dan budaya di Papua, akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa selama ini berbagai indikator pembangunan Papua masih berada di posisi terbawah secara nasional.

Karena itu, Pigai menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel agar anggaran besar tersebut sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Presiden juga menegaskan bahwa pembangunan Papua harus meningkatkan harga diri dan martabat masyarakatnya, serta menumbuhkan rasa keadilan dan kebahagiaan sebagai bagian dari Indonesia,” tutup Pigai.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada para gubernur, bupati, dan wali kota se-Papua saat pengarahan di Istana Negara, Selasa (16/12/2025).

Ia melarang keras penggunaan Dana Otsus Papua untuk kepentingan pribadi.

“Saya minta para gubernur dan bupati benar-benar bertanggung jawab. Jangan menggunakan dana Otsus untuk jalan-jalan ke luar negeri,” tegas Prabowo.

Menteri Keuangan melaporkan bahwa Dana Otsus Papua tahun 2025 telah dicairkan sebesar Rp12,6 triliun, sementara alokasi tahun 2026 direncanakan sekitar Rp10 triliun.

Presiden menekankan bahwa besarnya dukungan anggaran tersebut harus diiringi dengan tata kelola yang jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

Baca Juga: KPU Tetapkan 211,8 Juta Pemilih Hasil Pemutakhiran Data Semester II 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.