UMKM Indonesia Kebanjiran Peluang di Eropa: Survei Terbaru FedEx Ungkap Tren Perdagangan 2025

AKURAT.CO Permintaan yang terus menguat dari pasar Eropa membuka babak baru bagi pelaku UMKM Indonesia. Laporan survei terbaru yang dirilis Federal Express Corporation (FedEx) mengungkap bagaimana pelaku usaha kecil dan menengah di Tanah Air sedang menikmati momentum pertumbuhan yang signifikan berkat lonjakan aktivitas perdagangan lintas benua. Survei ini dilakukan pada September 2025 di 13 negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia, dan memberikan gambaran lengkap mengenai bagaimana UMKM memanfaatkan peluang ekspor, menghadapi tantangan logistik, hingga bertransformasi secara digital untuk menembus pasar Eropa.
Data lengkap ini juga memberi sinyal kuat bahwa hubungan dagang Asia–Eropa akan menjadi salah satu motor pertumbuhan UMKM dalam beberapa tahun ke depan.
Lonjakan Perdagangan UMKM Indonesia ke Eropa
Hasil survei menunjukkan bahwa 87% UMKM Indonesia mengalami peningkatan volume perdagangan dengan negara-negara Eropa. Kenaikan ini tidak terjadi secara kebetulan. Mayoritas pelaku usaha menilai permintaan konsumen yang semakin kuat menjadi pemicu utama, disusul harga produk yang kompetitif serta strategi ekspor yang semakin matang.
Menariknya, semakin banyak UMKM Indonesia yang memiliki basis pelanggan tetap di Eropa. Saat ini, 42% responden menyebut setidaknya seperempat konsumen mereka berasal dari kawasan tersebut. Hampir semua pelaku usaha—tepatnya 88%—bahkan berencana memperluas aktivitas ekspor mereka dalam satu hingga dua tahun mendatang. Optimisme ini juga tercermin dari penilaian positif terhadap prospek bisnis tahun ini, yang 14% lebih tinggi dibandingkan rata-rata pelaku usaha Asia Pasifik lainnya.
Dalam siaran pers yang diterima AKURAT.CO, dikutip Sabtu, 22 November 2025, Garrick Thompson selaku Managing Director FedEx Indonesia menegaskan bahwa momentum ini tidak boleh disia-siakan.
“UMKM Indonesia memanfaatkan momentum pertumbuhan yang tercipta dari meningkatnya permintaan dan dinamika pasar di Eropa untuk memperkuat ekspansi global mereka,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa FedEx siap mendukung lewat layanan logistik modern yang membantu pelaku UMKM memperkuat daya saing di pasar internasional.
Tantangan yang Masih Mengadang Pelaku UMKM
Meskipun optimisme tinggi, bukan berarti perjalanan ekspor ini bebas hambatan. Sebanyak 98% UMKM Indonesia mengaku merasakan dampak gangguan logistik global dan perubahan aturan perdagangan internasional. Bagi pelaku usaha yang baru ingin masuk ke Eropa, prosedur bea cukai, tarif impor, dan biaya logistik masih menjadi tembok besar yang harus dihadapi.
Sementara itu, UMKM yang sudah lebih dulu menjalankan aktivitas ekspor rutin tetap berhadapan dengan isu serupa—khususnya terkait tarif impor serta biaya rantai pasok yang terus berubah mengikuti dinamika global.
Belanda, Jerman, dan Prancis Jadi Pasar Favorit
Dalam konteks ekspor ke Eropa, tiga negara menjadi tujuan utama UMKM Indonesia: Belanda, Jerman, dan Prancis. Hubungan historis antara Indonesia dan Belanda membuat negara tersebut menjadi gerbang favorit bagi pelaku usaha, dengan sekitar 25% UMKM masuk ke Eropa melalui pasar ini.
Data ekspor menunjukkan:
-
68% UMKM Indonesia mengekspor barang ke Belanda dan Jerman
-
63% menyasar pasar Prancis
-
Ketiganya diprediksi tetap menjadi destinasi utama dalam dua tahun ke depan
Sementara itu, Inggris Raya menjadi pintu masuk utama bagi pebisnis Asia Pasifik secara umum, disusul Jerman dan Prancis.
Keberlanjutan Jadi Pertimbangan Semakin Penting
Tren global menuju bisnis hijau ikut memengaruhi strategi UMKM Indonesia. Sebanyak 57% responden menyatakan bahwa standar keberlanjutan dan praktik ramah lingkungan menjadi faktor penting ketika memilih layanan logistik. Hal ini sejalan dengan tuntutan konsumen Eropa yang semakin mengutamakan produk dan proses distribusi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Transformasi Digital Jadi Kunci Penguatan Ekspor
Berbeda dengan banyak negara Asia Pasifik lain yang lebih fokus pada efisiensi biaya, UMKM Indonesia justru menaruh prioritas pada digitalisasi sebagai fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang. Hampir 50% responden menilai transformasi digital merupakan pilar utama untuk memperkuat daya tahan ekspor di tengah pasar global yang terus berubah.
Tiga fokus utama UMKM Indonesia untuk memperluas jangkauan dagang ke Eropa adalah:
-
Mencari solusi logistik yang lebih efisien dan terjangkau
-
Memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan akurasi dan kecerdasan manajemen rantai pasok
-
Mendapatkan insight pasar yang lebih mendalam agar mampu menavigasi kompleksitas perdagangan Eropa
Ketergantungan pada teknologi ini menunjukkan bahwa pelaku usaha mulai menyadari pentingnya sistem yang adaptif, cepat, dan berbasis data untuk menjaga kelancaran operasional ekspor.
Perluasan Jaringan Logistik FedEx Dorong Kelancaran Perdagangan Asia–Eropa
Untuk menjawab lonjakan permintaan ekspor yang semakin besar, FedEx memperkuat konektivitas Asia–Eropa dengan menambah lima jadwal penerbangan baru pada bulan ini. Perusahaan juga meningkatkan rute pengiriman antara Vietnam dan Eropa sehingga waktu kirim dapat lebih cepat hingga satu hari.
Secara total, FedEx kini mengoperasikan 26 penerbangan mingguan yang menghubungkan Asia Pasifik dengan berbagai kota besar di Eropa. Dengan jaringan udara dan darat yang berpusat di Paris dan Liège, FedEx telah membangun ekosistem logistik cepat yang mencakup 45 negara dan memiliki kapasitas sortir lebih dari dua juta paket per hari.
Di sisi teknologi, FedEx juga menyediakan rangkaian solusi digital yang memudahkan perdagangan lintas batas, seperti fitur pengunggahan Electronic Trade Documents untuk mempercepat proses kepabeanan, FedEx Import Tool untuk memantau status pengiriman secara real-time, serta platform FedEx Go-To Europe Hub yang menyediakan panduan dan informasi pasar Eropa secara komprehensif.
Semua inovasi ini dirancang untuk mempercepat arus barang, meminimalkan biaya akibat keterlambatan, dan memberikan kejelasan bagi UMKM yang ingin memperluas aktivitas ekspor.
Penutup
Temuan survei FedEx memperlihatkan bahwa UMKM Indonesia sedang berada dalam fase ekspansi yang sangat menjanjikan. Permintaan dari Eropa terus meningkat, teknologi semakin memudahkan perdagangan lintas batas, dan jaringan logistik yang semakin kuat membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas.
Jika tren ini terus berlanjut, UMKM Indonesia berpotensi menjadi pemain yang lebih dominan dalam rantai pasok global.
Pantau terus update terbaru seputar perdagangan internasional dan perkembangan UMKM hanya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Kredit Kembali Dipacu, UMKM Dibidik Jadi Penopang Lonjakan Kredit 2026
FAQ Seputar Survei FedEx dan Tren Perdagangan UMKM Indonesia ke Eropa
1. Apa temuan utama survei FedEx tentang UMKM Indonesia dan perdagangan ke Eropa?
Survei FedEx menemukan bahwa 87% UMKM Indonesia mengalami peningkatan volume perdagangan ke Eropa, didorong oleh permintaan konsumen yang kuat, harga kompetitif, dan strategi ekspor yang lebih terarah.
2. Mengapa Eropa menjadi pasar yang penting bagi UMKM Indonesia?
Eropa menawarkan peluang pertumbuhan yang besar, dengan banyak permintaan terhadap produk Indonesia. Selain itu, 42% UMKM sudah memiliki sebagian pelanggan di Eropa dan mayoritas berencana memperluas ekspor dalam dua tahun ke depan.
3. Apa saja tantangan UMKM Indonesia ketika masuk ke pasar Eropa?
Beberapa hambatan terbesar termasuk prosedur bea cukai yang rumit, tarif impor, biaya logistik, serta gangguan rantai pasok global.
4. Negara Eropa mana yang menjadi tujuan ekspor utama UMKM Indonesia?
Belanda, Jerman, dan Prancis merupakan tiga negara yang paling sering menjadi tujuan ekspor. Belanda bahkan menjadi pintu masuk pertama bagi sekitar 25% UMKM Indonesia yang masuk ke pasar Eropa.
5. Seberapa penting keberlanjutan bagi UMKM Indonesia saat berbisnis dengan Eropa?
Sebanyak 57% responden menilai praktik keberlanjutan sebagai faktor penting dalam memilih solusi logistik dan mitra rantai pasok, mengikuti tren global yang semakin berorientasi pada bisnis hijau.
6. Mengapa transformasi digital dianggap penting oleh UMKM Indonesia?
Digitalisasi membantu meningkatkan efisiensi manajemen rantai pasok, mempercepat operasional, dan membuat proses ekspor lebih adaptif terhadap perubahan pasar.
7. Solusi apa yang disediakan FedEx untuk mendukung perdagangan Asia–Eropa?
FedEx menawarkan jaringan penerbangan yang diperluas, sistem logistik cepat di Eropa, serta berbagai fitur digital seperti Electronic Trade Documents, FedEx Import Tool, dan platform FedEx Go-To Europe Hub.
8. Berapa banyak penerbangan yang dioperasikan FedEx antara Asia dan Eropa?
Saat ini FedEx memiliki 26 penerbangan mingguan yang menghubungkan kawasan Asia Pasifik dengan berbagai negara di Eropa.
9. Apa manfaat utama bagi UMKM Indonesia yang ingin memperluas ekspor ke Eropa?
UMKM dapat mengakses pasar dengan permintaan tinggi, memperluas basis pelanggan internasional, meningkatkan daya saing global, dan memanfaatkan solusi logistik yang semakin modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









