Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen, Lampaui Rata-rata Nasional

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang 2025 mencapai 5,21 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen.
Capaian tersebut disampaikan Pramono usai menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jakarta dalam rangka persiapan Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
“Dalam rilis BPS beberapa hari lalu, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2025 mencapai 5,21 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional,” ujar Pramono.
Ia menilai kinerja ekonomi Jakarta semakin solid, terutama pada kuartal IV 2025 yang mencatat pertumbuhan hingga 5,71 persen.
Menurut Pramono, lonjakan tersebut dipicu oleh meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru yang mendorong konsumsi secara signifikan.
“Yang paling menggembirakan bagi saya, Pak Wagub, dan seluruh jajaran adalah pertumbuhan pada kuartal keempat yang mencapai 5,71 persen. Aktivitas menyambut Natal dan Tahun Baru sangat memengaruhi pola belanja masyarakat,” jelasnya.
Pramono mengungkapkan, tingginya aktivitas konsumsi tercermin dari nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp15,25 triliun dalam kegiatan bersama pelaku usaha pada 12 Januari 2026.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Gandeng PLN Hadirkan Kelistrikan Andal dan Berkelanjutan di Kepulauan Seribu
Data tersebut diperoleh dari laporan Asisten Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Transaksi yang terjadi mencapai Rp15,25 triliun. Angka ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta, yang pada triwulan sebelumnya mendekati 5 persen, lalu melonjak jauh di atas angka tersebut,” katanya.
Secara keseluruhan, Pramono menyebut kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2025 kembali mencapai 16,61 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan peran strategis Jakarta sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional.
Selain konsumsi rumah tangga, sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman turut menjadi motor pertumbuhan ekonomi Jakarta sepanjang 2025.
Pramono menilai berbagai insentif dan pembebasan yang diberikan pemerintah daerah justru mendorong sektor tersebut tumbuh lebih kuat.
“Penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman tumbuh sangat baik. Ketika kami berikan insentif dan pembebasan, pertumbuhannya justru semakin meningkat,” pungkas Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








