Akurat

Dampak Tingkat Suku Bunga BI terhadap Kredit

Eko Krisyanto | 18 Oktober 2025, 23:50 WIB
Dampak Tingkat Suku Bunga BI terhadap Kredit
 
 
AKURAT.CO Tingkat suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI Rate) menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional. Perubahan kecil pada suku bunga ini dapat memberikan dampak besar terhadap dunia perbankan, terutama dalam penyaluran kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha.
 
Ketika suku bunga naik, biaya pinjaman ikut meningkat, dan hal ini berpengaruh langsung pada daya serap kredit di pasar.
 

1. Pengaruh Langsung terhadap Bunga Pinjaman

Tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) berperan besar dalam menentukan bunga pinjaman di bank.
 
Saat BI menaikkan suku bunga, bank-bank juga akan menyesuaikan bunga kredit mereka. Akibatnya, biaya pinjaman seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Usaha, dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) ikut naik.
 
Sebaliknya, jika BI menurunkan suku bunga, bunga pinjaman pun cenderung turun sehingga cicilan menjadi lebih ringan.

2. Menurunkan Permintaan Kredit

Kenaikan suku bunga biasanya membuat masyarakat dan pelaku usaha berpikir dua kali sebelum mengajukan pinjaman. Karena bunga kredit tinggi, beban cicilan meningkat dan risiko gagal bayar bertambah.
 
Permintaan terhadap pinjaman baru pun menurun, yang akhirnya menekan aktivitas konsumsi dan investasi di masyarakat.

3. Dampak bagi Dunia Usaha

Perusahaan yang memiliki utang berbunga akan merasakan langsung kenaikan beban keuangan. Biaya operasional naik, margin keuntungan menurun, dan ekspansi bisnis sering tertunda.
 
Di sisi lain, suku bunga rendah bisa mendorong perusahaan memperluas usaha karena biaya modal lebih terjangkau.

4. Pengaruh terhadap Stabilitas Keuangan

Tingkat suku bunga BI juga membantu menjaga stabilitas keuangan nasional.
 
Saat inflasi tinggi, BI menaikkan suku bunga agar masyarakat menahan konsumsi dan lebih banyak menabung. Namun, jika dilakukan terlalu lama, kebijakan ini bisa memperlambat pertumbuhan kredit dan ekonomi secara keseluruhan.

Kesimpulan

Suku bunga BI adalah alat penting untuk mengendalikan arah ekonomi.
 
Kenaikan suku bunga bisa membantu menekan inflasi, tetapi di sisi lain membuat kredit menjadi mahal dan menurunkan permintaan pinjaman.
 
Oleh karena itu, keseimbangan kebijakan moneter sangat diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dan sektor kredit tetap berjalan beriringan.
 
Dinda NS (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R