Arsjad Rasjid: Jangan Cuma Fokus Tarif Trump, Indonesia Harus Perluas Pasar Ekspor

AKURAT.CO Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council (IBC) Arsjad Rasjid menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya berfokus pada dampak kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS)
Arsjad menyebut Indonesia memiliki kekuatan domestik dan peluang besar untuk memperluas pasar ekspor ke berbagai kawasan dunia.
“Kalau bicara dampak terhadap tarif Trump, bukan saya mencoba mengatakan ini it's not important, tapi kalau kita lihat, berapa besar sih ekspor Indonesia ke US,” kata Arsjad dalam konferensi pers kick off Indonesian Economic Summit (IES) 2026, Selasa (26/8/2025).
Arsjad menekankan pentingnya strategi diversifikasi pasar agar Indonesia tidak bergantung pada satu negara tujuan ekspor. Menurutnya, langkah ini akan membuat produk-produk Indonesia lebih kompetitif dan memperbesar peluang di kawasan lain.
Baca Juga: Apple Pimpin Kenaikan Saham Teknologi Usai Tarif Trump Longgar terhadap Chip
“Supaya kita bisa diferensiasi pasar, tidak bergantung pada satu. Istilahnya, apapun dalam berbisnis, kita ingin berbagi risiko. Penjualannya, tambah banyak negara, tambah bagus,” ujarnya.
Arsjad menambahkan bahwa fenomena “Trump Effect” seharusnya menjadi dorongan bagi Indonesia untuk melihat pasar-pasar alternatif yang masih terbuka.
“Saya tidak mau kita berpikir Trump, Trump, Trump. Kita punya hal lain yang harus kita pikirkan. Bukan berarti menggampangkan. Yes, we have to deal with it, yes we have to focus with it, tapi let's take a look at another things,” tambahnya.
Lebih lanjut, Arsjad menyoroti bahwa Indonesia sebenarnya sudah memiliki sejumlah perjanjian perdagangan internasional.
Dirinya merinci beberapa perjanjian seperti Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dan kerja sama dengan Australia, yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Ini lah makanya pak Prabowo mengatakan Indonesia Incorporated, bagaimana swasta dan pemerintah bekerjasama, khususnya bagaimana kita bicara ekspor,” tutur Arsjad.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










