Motif Politik di Balik Pemblokiran Akuisisi US Steel
Demi Ermansyah | 9 Januari 2025, 12:42 WIB

AKURAT.CO Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk memblokir akuisisi United States Steel (US Steel) oleh Nippon Steel telah memicu perdebatan panas. Merespon hal tersebut, CEO Nippon Steel, Eiji Hashimoto menganggap langkah yang diambil oleh Biden memiliki motif politik.
Dilansir Xinhua, Kamis (9/1/2025), Hashimoto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyerah dalam memperjuangkan kesepakatan tersebut. Dirinya menyebut proses peninjauan oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS) tidak berjalan sesuai aturan karena adanya campur tangan Presiden Biden.
"Kami yakin fakta yang akan muncul di pengadilan nanti akan membuktikan bahwa keputusan ini melanggar hukum," katanya.
Nippon Steel bahkan telah menggugat pemerintah AS, Cleveland-Cliffs Inc., dan CEO perusahaan tersebut, Lourenco Goncalves. Presiden serikat pekerja United Steelworkers, David McCall, juga masuk dalam gugatan. Mereka dituduh bersekongkol untuk menghalangi akuisisi ini.
Satu hal yang menjadi perhatian adalah dugaan bahwa Biden memblokir akuisisi demi mendapatkan dukungan politik dari United Steelworkers, sebuah serikat pekerja yang dikenal dekat dengan Partai Demokrat.
Dalam gugatan yang diajukan Nippon Steel, disebutkan bahwa langkah Biden "mengabaikan aturan hukum."
Namun, Biden membela keputusannya dengan alasan keamanan nasional. Ia menegaskan bahwa transaksi tersebut harus dibatalkan secara permanen untuk melindungi kepentingan negara.
Namun, Biden membela keputusannya dengan alasan keamanan nasional. Ia menegaskan bahwa transaksi tersebut harus dibatalkan secara permanen untuk melindungi kepentingan negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










