Tarif AS Ganggu Daya Saing Ekspor Jepang, Industri Manufaktur Semakin Tertekan

AKURAT.CO Lonjakan tarif yang diberlakukan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump kembali menjadi momok bagi industri manufaktur Jepang.
Dikutip dari laman reuters, Kementerian Perindustrian Jepang, Senin (30/6/2025), baru-baru ini kembali merilis data produksi industri pada Mei hanya tumbuh 0,5% secara bulanan jauh di bawah ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 3,5%.
Tekanan terutama berasal dari ketidakpastian tarif ekspor ke AS yang membuat pelaku industri kesulitan dalam merancang produksi dan logistik jangka menengah. Produksi secara tahunan bahkan turun 1,8%, meleset dari proyeksi pertumbuhan 1,6%.
Baca Juga: Bitcoin Turun Tipis Imbas Ancaman Tarif Trump ke Kanada
“Industri Jepang saat ini berhadapan dengan kebijakan dagang AS yang sangat fluktuatif. Ketidakpastian ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi eksportir,” ujar analis senior Japan External Trade Organization (JETRO), Hiroshi Yamamoto.
Produksi komponen pesawat dan kendaraan transportasi non-mobil tercatat mengalami penurunan signifikan, mencapai 16,3%.
Produk kimia anorganik dan organik juga turut menjadi pemberat. Sementara itu, sektor baja dan logam non-ferro sempat mencatatkan pertumbuhan 1,9% sebelum kenaikan tarif baja AS menjadi 50%.
Jepang saat ini masih berada dalam proses negosiasi panjang dengan AS untuk menyepakati skema dagang baru yang menyeluruh, terutama dalam sektor otomotif yang menjadi tulang punggung ekonomi Negeri Sakura tersebut.
Baca Juga: Ketidakpastian Tarif Trump Hambat The Fed Tentukan Arah Suku Bunga
“Tanpa kejelasan tarif, perusahaan Jepang akan terus merugi karena tidak bisa memproyeksikan arus ekspor mereka secara stabil,” lanjut Hiroshi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









