Dikutip dari Reuters, Wall Street langsung merespons positif keputusan ini. Pada Senin (25/11/2024), Dow E-minis naik 297 poin atau 0,67%, sementara S&P 500 E-minis naik sekitar 30 poin atau 0,5%. Nasdaq 100 E-minis turut menguat hampir 120 poin atau 0,56%.
Di Eropa, indeks utama mencapai level tertinggi dua minggu berkat optimisme pasar terhadap kebijakan fiskal Bessent dan komentar ekonom utama ECB mengenai potensi pelonggaran moneter. Namun, saham sektor perbankan seperti UniCredit dan Commerzbank mengalami penurunan karena perkembangan terkait akuisisi.
Baca Juga: Saham Asia Menguat Usai AS Lantik Menkeu Scott Bessent
Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun AS turun sekitar 4 basis poin ke level 4,36%. Dolar AS melemah 0,2% terhadap yen menjadi 154,52 yen, sementara sterling menguat 0,2% ke USD1,2558. Euro naik 0,5% terhadap dolar AS, diperdagangkan di USD1,0476, meski tekanan pada mata uang ini masih signifikan akibat kekhawatiran tarif dagang Trump dan kondisi ekonomi yang memburuk di zona euro.
Stephen Spratt, ahli strategi di Societe Generale, mengatakan, "Pandangan pasar adalah bahwa Bessent adalah kandidat yang 'aman', yang mengurangi risiko penunjukan figur kontroversial," ujarnya.
Bessent juga dikenal mendukung pengendalian pinjaman pemerintah, yang memberikan keyakinan tambahan bagi pasar.
Indeks STOXX 600 pan-Eropa turun tipis 0,1%, meski Frankfurt dan London naik sekitar 0,1%. Saham UniCredit jatuh 3,5% setelah meluncurkan penawaran saham senilai 10 miliar euro untuk Banco BPM, yang justru naik 2,6%. Di sisi lain, Commerzbank mengalami penurunan 5,6%, membebani indeks sektor perbankan Eropa.
Pasar Asia memberikan respons beragam terhadap penunjukan Bessent. Indeks Nikkei Jepang naik 1,3%, sementara indeks blue-chip China anjlok ke level terendah lima minggu. Di Hong Kong, indeks saham mencapai titik terendah dalam dua bulan, dipicu oleh kekhawatiran perang dagang AS dan ketegangan geopolitik.
Harga minyak dunia turun setelah mencatat kenaikan 6% minggu lalu. Brent crude futures diperdagangkan stabil di USD75,15 per barel, sementara West Texas Intermediate turun 7 sen ke USD71,17 per barel. Ketegangan antara negara-negara Barat dengan produsen minyak utama seperti Rusia dan Iran terus menekan pasar energi.
Harga emas juga mengalami penurunan, dengan spot gold melemah sekitar 1% menjadi USD2.682 per ounce. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penguatan dolar AS yang terhenti dan sentimen positif terhadap stabilitas fiskal AS.
Pasar AS diperkirakan akan melambat minggu ini karena libur Thanksgiving pada Kamis. Data penting seperti PCE Oktober, klaim pengangguran, estimasi GDP terbaru, dan risalah rapat Federal Reserve akan dirilis pada hari Rabu.
Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Fed bulan depan tetap tinggi, meskipun peluang penurunan telah menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Bitcoin mengalami penurunan 1,26% pada Senin, diperdagangkan di USD98.138 setelah mencapai rekor tertinggi USD99.830 pada Jumat lalu. Mata uang kripto ini telah meningkat sekitar 30% sejak kemenangan Trump pada 6 November, berkat ekspektasi regulasi yang lebih ramah terhadap kripto di bawah pemerintahannya.
Dalam wawancara sebelumnya, Bessent mengindikasikan bahwa tarif perdagangan akan diterapkan secara bertahap. Kebijakannya yang hati-hati diharapkan dapat menenangkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan defisit besar yang mungkin muncul dari kebijakan pemotongan pajak dan belanja pemerintah.
Pasar global kini menantikan kebijakan konkret dari tim ekonomi Trump, sementara tekanan pada ekonomi zona euro dan tantangan geopolitik terus menjadi sorotan utama. Penunjukan Bessent sebagai Menteri Keuangan memberikan sedikit kelegaan, namun ketidakpastian masih membayangi prospek ekonomi global.