Tekanan Politik Bayangi Independensi The Fed

AKURAT.CO Pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent pada 9 September 2025 lalu kembali membuka perdebatan mengenai hubungan antara pemerintah dan Federal Reserve (The Fed).
Bessent secara terbuka mendesak bank sentral untuk mengubah kebijakan moneternya, terutama setelah data ketenagakerjaan direvisi lebih rendah dari laporan sebelumnya.
Data terbaru menunjukkan bahwa dalam periode setahun hingga Maret, jumlah perekrutan tenaga kerja ternyata 911.000 lebih sedikit dari yang semula dilaporkan. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa perekonomian AS sebenarnya lebih rapuh, sementara The Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi.
Baca Juga: Pasar AS Menguat, Risiko Inflasi Bayangi Kebijakan The Fed
“Ketika fakta berubah, saya mengubah pikiran saya, apa yang Anda lakukan?” ujar Bessent dikutip dari laman reuters.
Bessent menilai kebijakan The Fed saat ini justru memperlambat pemulihan ekonomi, dan Presiden Donald Trump berhak mengatakan bahwa pertumbuhan telah 'Tercekik' oleh tingginya suku bunga.
Hingga pada akhirnya, pernyataan Bessent menimbulkan pertanyaan serius yakni sejauh mana independensi The Fed bisa dipertahankan di tengah tekanan politik?
Sebab, tradisi panjang bank sentral di AS menekankan pentingnya menjaga jarak dari pengaruh politik agar keputusan moneter tetap obyektif.
Namun, dengan Menteri Keuangan secara terbuka mengkritik kebijakan moneter, muncul risiko persepsi bahwa The Fed dapat dipaksa menurunkan suku bunga demi kepentingan politik jangka pendek.
Baca Juga: PPI AS Turun, Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed Terbuka
Situasi ini diperumit oleh proses penunjukan Stephen Miran sebagai kandidat yang diajukan Presiden Trump untuk kursi dewan gubernur The Fed. Jika ia segera dilantik, maka suara tambahan dalam rapat suku bunga berpotensi mengubah dinamika keputusan.
Perkembangan tersebut secara tidak langsung menempatkan The Fed pada posisi sulit. Jika tetap mempertahankan suku bunga tinggi, kritik politik bisa semakin tajam. Namun, jika menurunkan suku bunga mengikuti desakan pemerintah, The Fed berisiko kehilangan kredibilitas sebagai lembaga independen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










