Akurat

Plt Kepala BPS Sebut Dampak Konflik Iran-Israel ke Perdagangan RI Sangat Minim

M. Rahman | 22 April 2024, 16:16 WIB
Plt Kepala BPS Sebut Dampak Konflik Iran-Israel ke Perdagangan RI Sangat Minim

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut konflik yang terjadi antara Iran dan Israel memiliki dampak yang relatif minim kepada ekspor impor Indonesia.

Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, hal tersebut lantaran share perdagangan Indonesia dengan kedua negara tersebut sangat kecil. Negara yang menjadi mitra dagang utama Indonesia di kawasan Timur Tengah adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Oman.

"Mengenai Iran Israel sharenya ke perdagangan Indonesia sangat kecil dibandingkan mengekspor dan impor ke kawasan Timur Tengah," katanya di Jakarta, Senin (22/4/2024).

Baca Juga: Tak Hanya Konflik Iran-Israel, Ekonom Wanti-wanti Potensi Invasi China ke Taiwan

Berdasarkan paparan Amalia, sepanjang 2023, nilai perdagangan barang internasional Indonesia ke kawasan Timur Tengah mencapai USD19,20 miliar atau 4% dari total nilai perdagangan barang internasional Indonesia.

Dari total tersebut, nilai ekspor Indonesia mencapai USD9,06 miliar atau 3,5% terhadap total ekspor, sementara impornya USD10,13 miliar atau 4,57% terhadap total impor.

Perdagangan ke Iran dan Israel

Amalia menjelaskan jika untuk Iran sepanjang 2023 nilai ekspor Indonesia ke wilayah tersebut hanya mencapai USD195,13 juta atau kira-kira 2,15% terhadap total ekspor Indonesia ke Timur Tengah. Sedangkan nilai impor mencapai USD11,72 juta atau kira-kira 0,12% terhadap total impor dari Timur Tengah.

Untuk perdagangan dengan Israel sepanjang 2023, nilai ekspor Indonesia ke Israel mencapai USD165,77 juta atau hanya 1,83% dari total ekspor ke Timur Tengah. Sementara nilai impornya hanya USD21,93 juta atau 0,22% total impor Indonesia dari Timur Tengah.

Sebelumnya, melaporkan kinerja neraca perdagangan Maret 2024 kembali surplus di angka USD4,47 miliar atau Rp72,4 triliun (Kurs Rp16,200 per dolar AS).

Adapun surplus neraca perdagangan pada Maret 2024 tercatat lebih besar dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar USD0,83 miliar dan bulan yang sama tahun lalu sebesar USD2,83 miliar.

BPS mencatat ekspor Indonesia mencapai USD22,43 miliar pada Maret 2024 atau setara dengan Rp363,5 triliun (kurs Rp16,200 per dolar AS). Nilai ekspor ini turun 4,19% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (yaer on year/YoY).

Impor Indonesia pada Maret 2024 mencapai USD17,96 miliar setara dengan Rp291 triliun atau naik 2,6% dibanding Februari 2024 yang tercatat USD18,44 miliar. Sedangkan jika dibandingkan Maret 2023, kinerja impor bulan ini tercatat turun sebesar 12,76%.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa