Harga Emas Senin 30 Juni 2025 Ditaksir Merosot ke USD3.232 Karena Ini

AKURAT.CO Harga emas dunia ditaksir melemah ke kisaran USD3.232,64 - USD3.305,64 pada perdagangan Senin (30/6/2025).
Adapun pada perdagangan sabtu pagi, harga emas dunia ditutup melemah dilevel US.3,274.39 pertroy ounce.
Menurut Pengamat Komoditas, Ibrahim Assuaibi, sentimen eksternal banyak menekan pergerakan harga emas global.
Gencatan senjata antara Israel dan Iran yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump tampaknya bertahan hingga minggu ini, meredakan risiko geopolitik di Timur Tengah.
Walaupun Israel masih terus melakukan pengeboman di wilayah Libanon selatan (Hizbullah dan jalur gaza), namun belum bisa mengangkat terhadap kenaikan harga emas dunia.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian 29 Juni 2025: UBS dan Galeri24 Merosot Tajam, Peluang Investasi Menarik!
Senat AS yang dikuasai Partai Republik meloloskan rancangan undang-undang pemotongan pajak dan belanja negara Presiden Donald Trump dalam pemungutan suara prosedural utama pada hari Sabtu
Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa para legislator akan dapat meloloskan undang-undang tersebut dalam beberapa hari mendatang.
Selain itu, Inflasi tahunan di Amerika Serikat (AS), yang diukur dengan perubahan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE), naik menjadi 2,3% di bulan Mei.
Posisi ini naik dari 2,2% di bulan April (direvisi dari 2,1%), menurut laporan Biro Analisis Ekonomi AS pada hari Jumat. Pembacaan ini sesuai dengan ekspektasi pasar.
Ketua Fed Jerome Powell muncul di hadapan Kongres minggu ini, di mana ia menyatakan kehati-hatiannya agar tidak memangkas suku bunga terlalu cepat dan memperingatkan bahwa inflasi yang disebabkan oleh tarif mungkin terbukti lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.
Komentar Powell menepis harapan penurunan suku bunga The Fed secepat bulan Juli. Ekspektasi ini dipicu oleh komentar dari Gubernur The Fed, Christopher Waller, dan Michelle Bowman, yang mendukung pengurangan suku bunga di bulan Juli seminggu yang lalu.
"Pasar saat ini memprakirakan peluang 18 persen pemotongan suku bunga The Fed di bulan Juli, sementara memprakirakan probabilitas 70 persen pemotongan di bulan September, menurut Alat FedWatch dari CME Group," ujar Ibrahim.
Trump mengkritik Powell dengan tajam dan mengatakan bahwa ia memiliki "tiga atau empat orang" yang sedang dipertimbangkan untuk menggantikannya. Sebuah laporan Wall Street Journal menyatakan bahwa Trump dapat menunjuk pengganti Powell paling cepat pada bulan September.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










