Harga Emas dan Cabai Dongkrak Inflasi Oktober 2025

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 2025 sebesar 0,28% month-to-month (mtm), menjadi yang tertinggi dibandingkan empat tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebutkan dua komoditas utama penyumbang inflasi kali ini adalah emas perhiasan dan cabai merah.
“Inflasi Oktober 2025 disumbangkan oleh emas perhiasan sebesar 0,21 persen dan cabai merah sebesar 0,06 persen,” kata Pudji di Jakarta, Senin (3/11).
Baca Juga: BPS: Inflasi Oktober Jadi Pola Musiman, Tertinggi Terjadi di 2025
Selain dua komoditas tersebut, telur ayam ras, daging ayam ras, dan wortel juga memberikan andil meski lebih kecil.
Pudji menyebutkan pola ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi masih banyak bersumber dari komoditas pangan dan harga bergejolak.
Jika dibandingkan periode sebelumnya, inflasi Oktober 2021 mencapai 0,12% mtm akibat kenaikan harga minyak goreng dan cabai merah. Sementara pada 2023, inflasi sebesar 0,17% dipicu oleh kenaikan harga beras dan bensin.
“Emas perhiasan kembali menjadi pendorong utama dalam dua tahun terakhir, seiring tren kenaikan harga emas global,” ujar Pudji.
Baca Juga: Indonesia Jaga Disiplin Inflasi dan Momentum Pertumbuhan
Menurutnya, inflasi kali ini masih dalam batas wajar dan menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga. Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga pasokan pangan dan kestabilan harga menjelang akhir tahun.
BPS menilai peran pemerintah daerah dan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi kunci dalam mengantisipasi lonjakan harga bahan pangan yang berulang setiap akhir tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









