Genjot Investasi dan Perdagangan, RI Kebut Finalisasi IEU-CEPA
Hefriday | 11 Juli 2025, 17:54 WIB

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa sepakat mempercepat penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang diyakini akan menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan ekonomi kedua belah pihak.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan virtual antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Komisioner Uni Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Maros Sefcovic, ang dilakukan dari Washington DC, Amerika Serikat.
"Kesepakatan melalui IEU-CEPA ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral yang saling menguntungkan," ujar Airlangga dalam keterangannya, Jumat (11/7/2025).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan kembali komitmen untuk membangun kerja sama ekonomi yang berbasis pada prinsip keterbukaan, aturan hukum, serta saling menghormati kedaulatan dan kepentingan masing-masing pihak.
Airlangga mengungkapkan bahwa proses perundingan telah mencapai tahap teknis yang sangat maju. Kedua tim perunding saat ini tengah menyusun kerangka waktu yang lebih rinci, menyelesaikan penyesuaian akhir (fine-tuning), dan menyepakati poin-poin teknis sebelum masuk ke tahap ratifikasi.
Dari sisi lain, Komisioner Maros Sefcovic menjelaskan bahwa ratifikasi IEU-CEPA di internal Uni Eropa akan dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara mayoritas di antara para menteri perdagangan negara anggota UE dan persetujuan dari Parlemen Eropa.
Prosedur ini dinilai akan mempercepat implementasi dibandingkan perjanjian yang membutuhkan ratifikasi oleh setiap negara anggota secara terpisah.
Menurut Airlangga, perjanjian ini tak hanya memperluas akses pasar dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk mendalami kerja sama pada isu-isu ekonomi kontemporer seperti transisi energi, perdagangan digital, dan keberlanjutan.
Di tengah ketidakpastian global, percepatan implementasi IEU-CEPA menjadi semakin penting. Kedua pihak menilai kerja sama ini sebagai landasan untuk menciptakan stabilitas serta memperkuat ketahanan ekonomi di kawasan masing-masing.
Nilai perdagangan Indonesia dan Uni Eropa pun menunjukkan tren yang terus meningkat. Sepanjang 2024, total perdagangan kedua belah pihak mencapai USD30,1 miliar. Uni Eropa menjadi mitra dagang kelima terbesar bagi Indonesia, sementara Indonesia menempati posisi ke-33 sebagai mitra dagang bagi Uni Eropa.
Surplus perdagangan Indonesia terhadap Uni Eropa juga meningkat signifikan dari USD2,5 miliar pada 2023 menjadi USD4,5 miliar pada 2024. Capaian ini menjadi indikator positif yang mendorong kedua pihak untuk menyelesaikan IEU-CEPA secepatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










