Investasi RI Ditaksir Tumbuh 5,6 Persen di 2026

AKURAT.CO Investasi diproyeksikan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Kepala Ekonom PermataBank, Josua Pardede, menaksir pada 2026, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi Indonesia bakal tumbuh 5,5%.
“Kami melihat investasi tetap tumbuh meskipun ada perlambatan global. Tahun depan potensinya lebih besar, terutama dari belanja pemerintah dan percepatan proyek prioritas,” ujarnya secara daring, Kamis (11/12/2025).
Salah satu faktor pendorong adalah implementasi satgas percepatan investasi yang disiapkan pemerintah. Langkah ini diharapkan mampu memperbaiki hambatan struktural yang selama ini menghambat, termasuk tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR).
ICOR Indonesia tercatat masih lebih tinggi dibandingkan negara berkembang lainnya. Kondisi ini menandakan bahwa investasi belum sepenuhnya efisien, sehingga membutuhkan pembenahan proses perizinan, layanan publik, dan kepastian hukum.
Baca Juga: 3 Strategi Fiskal Kemenkeu Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Hingga kuartal III-2025, PMTB mencatatkan pertumbuhan 4,72%. Sejumlah tantangan struktural masih membayangi, mulai dari biaya usaha tinggi, kepastian regulasi, hingga kebutuhan reformasi sektor tenaga kerja.
Dari sisi wilayah, investasi luar Jawa terus menunjukkan pertumbuhan sejak 2020 hingga 2024. Kawasan Indonesia bagian tengah dan timur menjadi prioritas, sejalan dengan pembangunan infrastruktur serta hilirisasi sumber daya alam.
Joshua menyebutkan, pemulihan infrastruktur Sumatera menjadi agenda strategis. Kerusakan yang dipicu bencana di sejumlah wilayah dinilai berpengaruh pada logistik dan biaya distribusi. “Sumatera harus dibangun lebih kuat, bukan sekadar revitalisasi,” katanya.
Peran Danantara sebagai lembaga yang ditugaskan menarik investasi strategis dan menjadi sorotan. Joshua menyebut kontribusi Danantara memang belum besar, tetapi potensinya penting sebagai katalis masuknya investasi swasta.
“Investasi swasta masih menjadi kontributor terbesar. Danantara berfungsi sebagai pemantik agar lebih banyak modal masuk ke sektor prioritas,” ujarnya.
Untuk mendukung arus modal masuk, pemerintah juga mendorong implementasi perjanjian perdagangan seperti EU-CEPA serta kerja sama regional lainnya. Hal ini dinilai mampu meningkatkan diversifikasi ekspor dan memperkuat minat investor global.
Meskipun tantangan tetap ada, prospek investasi dinilai positif. “Jika reformasi regulasi, percepatan proyek strategis, dan perbaikan infrastruktur berjalan sesuai rencana, maka investasi berpotensi tumbuh lebih kuat dari proyeksi,” tukas Joshua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










