Akurat

Dana Asing Rp21,46 T Kabur dari RI Selama Sepekan

M. Rahman | 20 April 2024, 14:09 WIB
Dana Asing Rp21,46 T Kabur dari RI Selama Sepekan

AKURAT.CO Dana asing Rp21,46 triliun tercatat keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik dalam sepekan (16-18 April 2024), berdasarkan data setelmen Bank Indonesia atau BI.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan dana yang keluar terdiri dari jual neto nonresiden Rp9,79 triliun di pasar surat berharga negara atau SBN, jual neto nonresiden Rp3,67 triliun di pasar saham, dan jual neto nonresiden Rp8 triliun di sekuritas rupiah BI atau SRBI.

"Selama 2024 berdasarkan data setelmen sampai 18 April 2024, capital outflow mencapai Rp10,64 triliun, terdiri dari jual neto Rp38,66 triliun di pasar SBN, beli neto Rp15,12 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp12,9 triliun di SRBI," kata Erwin dikutip Sabtu (23/2/2024).

Baca Juga: Dana Asing Rp8,07 T Kabur dari RI dalam Sepekan

Sementara itu premi resiko atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun tercatat turun ke level 76,40 basis poin (bps) per 18 April 2024 dibanding 77,24 bps per 12 April 2024.

CDS merupakan indikator yang sering digunakan untuk mengukur risiko berinvestasi di SBN.

BI juga melaporkan perkembangan nilai tukar selama 16-19 April 2024. Tercatat per hari Kamis (18/4/2024) rupiah ditutup di level Rp16.170 per dolar AS, dan di Jumat (19/4/2024) rupiah dibuka melemah di Rp16.230 per dolar AS.

Selanjutnya, BI juga mencatat yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun naik ke 6,93% pada Kamis (18/4/2024) dan turun pada Jumat (19/4/2024) di 6,91%.

Dari sisi indeks dolar terhadap mata uang lainnya atau DXY, terpantau menguat ke level 106,15 pada perdagangan Kamis (18/4/2024). Di hari yang sama, yield UST (US Treasury) Note 10 tahun naik ke level 4,633%.

Erwin menyampaikan BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa