Akurat

Rupiah Berbalik Melemah 28 Poin ke Rp16.735

M. Rahman | 20 November 2025, 15:29 WIB
Rupiah Berbalik Melemah 28 Poin ke Rp16.735

AKURAT.CO Rupiah ditutup melemah 28 poin (0,17%) ke level Rp16.735,5 pada perdagangan Kamis (20/11/2025) usai ditekan sejumlah sentimen eksternal dan internal.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan dari sisi eksternal, meningkatnya skeptisisme di antara para pejabat Federal Reserve (Fed) tentang pemangkasan suku bunga berikutnya pada bulan Desember mengaburkan prospek kebijakan moneter.

"Karena para pejabat masih terpecah antara risiko inflasi yang masih ada dan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja, para pedagang mengurangi ekspektasi untuk pelonggaran lebih lanjut," ujarnya.

Dalam rilis notulen rapat FOMC pada bulan Oktober terungkap bahwa sebagian besar peserta menilai penurunan suku bunga lebih lanjut kemungkinan akan tepat seiring waktu, tetapi beberapa mengindikasikan bahwa mereka tidak memandang penurunan suku bunga pada bulan Desember sebagai hal yang tepat.

Baca Juga: Rupiah ke Level Rp16.700 an, Gubernur BI: Masih Sejalan dengan Negara Mitra Dagang dan Regional

Sebagian besar peserta rapat mencatat bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut dapat menambah risiko inflasi yang lebih tinggi menjadi berlarut-larut atau dapat disalahartikan sebagai kurangnya komitmen terhadap target inflasi 2%.

"Banyak peserta berpendapat bahwa berdasarkan pandangan mereka, mempertahankan suku bunga tidak berubah selama sisa tahun ini adalah langkah yang tepat," imbuhnya.

Hari ini fokus pasar adalah pada laporan ketenagakerjaan bulan September yang tertunda, yang dapat memberikan wawasan tentang kesehatan pasar tenaga kerja AS dan memberikan lebih banyak petunjuk tentang arah suku bunga AS.

Para ekonom memperkirakan jumlah tenaga kerja akan naik sekitar 50 ribu, naik dari kenaikan 22 ribu yang tercatat pada bulan Agustus. Angka yang lebih rendah dari perkiraan dapat dengan cepat mengubah ekspektasi pasar untuk pelonggaran suku bunga lebih lanjut.

Secara terpisah, laporan minggu ini mengindikasikan bahwa para pejabat AS dan Rusia telah menggodok proposal baru yang bertujuan untuk mengakhiri konflik di Ukraina.

Laporan Reuters pada hari Rabu menyebutkan bahwa AS telah memberi tahu Presiden Volodymyr Zelenskiy bahwa Ukraina harus menerima rancangan garis besar perdamaian AS yang mengharuskan Kyiv menyerahkan wilayah dan beberapa persenjataan.

Dari sisi internal, Bank Indonesia memperkirakan transaksi berjalan pada 2025 akan berada dalam kisaran surflus 0,1% hingga defisit atau current account deficit (CAD) 0,7% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Proyeksi tersebut mencerminkan fundamental eksternal Indonesia yang dinilai tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa