Akurat

Apa Itu Backburner? Tanda Kamu Hanya Jadi Pilihan Cadangan dalam Hubungan

Idham Nur Indrajaya | 22 Februari 2026, 03:38 WIB
Apa Itu Backburner? Tanda Kamu Hanya Jadi Pilihan Cadangan dalam Hubungan

AKURAT.CO Pernah merasa dekat dengan seseorang, sering chatting, bahkan saling perhatian — tapi tidak pernah benar-benar dianggap serius? Dia selalu ada saat butuh teman bicara, tetapi menghilang ketika kamu mulai membahas masa depan.

Bisa jadi kamu sedang berada dalam backburner relationship, situasi ketika seseorang tetap menjaga hubungan denganmu, tetapi hanya sebagai opsi cadangan. Fenomena apa itu backburner makin sering dibahas karena banyak orang mengalami hubungan yang terasa dekat, tapi tanpa kepastian.

Hubungan seperti ini terlihat hangat di permukaan, namun sering menyisakan tanda tanya besar: sebenarnya kamu penting atau hanya sekadar pilihan kedua?


Apa Itu Backburner?

Backburner adalah kondisi ketika seseorang dipertahankan sebagai pilihan cadangan dalam hubungan romantis tanpa komitmen yang jelas.

Dalam backburner relationship, seseorang biasanya:

  • Tetap berkomunikasi secara rutin

  • Memberi perhatian secukupnya

  • Tidak memberikan kepastian hubungan

  • Menghindari pembicaraan serius

  • Muncul hanya saat membutuhkan perhatian emosional

Istilah ini berasal dari ungkapan bahasa Inggris “on the back burner”, yang berarti sesuatu yang ditunda atau tidak menjadi prioritas utama, tetapi tetap dipertahankan untuk kemungkinan di masa depan.


Ciri-Ciri Backburner Relationship yang Sering Tidak Disadari

Banyak orang tidak sadar sedang berada dalam hubungan backburner karena komunikasi tetap berjalan normal. Namun jika diperhatikan lebih jauh, ada pola tertentu yang muncul berulang.

Beberapa ciri backburner relationship antara lain:

1. Komunikasi tidak konsisten

Dia bisa sangat aktif beberapa hari, lalu menghilang tanpa penjelasan. Pesan sering dibalas, tetapi jarang berujung pertemuan nyata.

2. Menghindari pembicaraan status hubungan

Setiap kali topik serius muncul, pembicaraan dialihkan. Hubungan terasa dekat, tapi tidak pernah punya definisi jelas.

3. Perhatian datang saat dia butuh

Biasanya kamu dihubungi ketika dia sedang bosan, kesepian, atau memiliki masalah pribadi.

4. Tidak pernah menjadi prioritas

Kamu harus menyesuaikan waktu dengan jadwalnya, bukan sebaliknya. Rencana sering dibatalkan tanpa rasa bersalah.


Penyebab Seseorang Menjadikan Orang Lain Backburner

Fenomena backburner relationship bukan terjadi tanpa alasan. Ada beberapa faktor psikologis dan sosial yang membuat seseorang memilih mempertahankan hubungan tanpa komitmen.

1. Takut Kehilangan Pilihan

Sebagian orang merasa lebih aman memiliki beberapa opsi dalam hubungan romantis. Menjaga “cadangan” memberi rasa kontrol jika hubungan utama gagal.

Dalam psikologi hubungan, perilaku ini sering muncul pada individu yang menghindari komitmen tetapi tetap ingin memiliki kedekatan emosional.

2. Media Sosial Mempermudah Hubungan Gantung

Chat, DM, dan emoji membuat seseorang bisa terlihat perhatian tanpa usaha besar. Kedekatan terasa nyata meski hubungan sebenarnya tidak berkembang.

Era digital membuat hubungan tanpa kepastian semakin mudah terjadi.

3. Ingin Perhatian Tanpa Tanggung Jawab

Ada orang yang menikmati perhatian emosional tanpa ingin terikat dalam hubungan serius.

Backburner menjadi cara mendapatkan:

  • Validasi emosional

  • Teman bicara

  • Dukungan psikologis

Tanpa komitmen jangka panjang.

4. Ketidakpastian dalam Hubungan Utama

Sebagian orang membuka komunikasi dengan orang lain ketika hubungan utamanya sedang tidak stabil.

Backburner menjadi semacam “jalur aman” jika hubungan utama berakhir.


Dampak Backburner Relationship pada Kesehatan Mental

Menjadi pilihan cadangan bukan hanya menyakitkan secara emosional, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi psikologis dalam jangka panjang.

1. Menurunnya Harga Diri

Ketika seseorang merasa hanya dijadikan opsi kedua, muncul pertanyaan tentang nilai diri.

Lama-kelamaan bisa muncul pikiran seperti:

  • “Aku memang tidak cukup baik”

  • “Aku tidak layak dicintai serius”

Perasaan ini dapat merusak kepercayaan diri.

2. Stres dan Kebingungan Emosional

Hubungan backburner penuh ketidakpastian. Kamu tidak tahu harus berharap atau berhenti.

Kondisi ini memicu stres emosional karena pikiran terus mencoba memahami hubungan yang tidak jelas.

3. Overthinking Berlebihan

Orang yang berada dalam hubungan backburner sering:

  • Menunggu pesan

  • Menganalisis kata-kata

  • Menafsirkan sikap pasangan

Kebiasaan ini bisa memicu kecemasan yang tidak sehat.

4. Terjebak dalam Pola Hubungan Toxic

Yang paling berbahaya, seseorang bisa terbiasa dengan hubungan tanpa kepastian dan menganggapnya normal.

Padahal hubungan sehat selalu memiliki kejelasan arah.


Contoh Nyata Backburner dalam Kehidupan Sehari-hari

Bayangkan kamu memiliki seseorang yang:

  • Sering chat setiap malam

  • Selalu melihat story kamu

  • Kadang flirting

  • Pernah jalan berdua

Namun ketika kamu bertanya:

"Kita sebenarnya apa?"

Jawabannya selalu seperti:

"Jalanin saja dulu."

Beberapa minggu kemudian dia menghilang karena sedang dekat dengan orang lain. Saat hubungan itu gagal, dia kembali menghubungimu seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Inilah contoh klasik hubungan backburner.


Kenapa Backburner Makin Banyak Terjadi Sekarang?

Fenomena ini semakin sering terjadi terutama di kalangan generasi muda.

Ada paradoks menarik di era digital: semakin banyak pilihan pasangan, semakin sulit orang berkomitmen.

Aplikasi kencan dan media sosial menciptakan ilusi bahwa selalu ada pilihan yang lebih baik. Akibatnya banyak orang enggan menutup pintu hubungan lain sepenuhnya.

Backburner menjadi bentuk hubungan yang “aman” bagi pelaku, tetapi sering menyakitkan bagi pihak yang dijadikan cadangan.


Cara Menghindari Backburner Relationship

Jika tidak ingin terjebak dalam hubungan tanpa kepastian, beberapa langkah berikut bisa membantu.

1. Kenali Tanda Sejak Awal

Perhatikan pola komunikasi.

Jika seseorang hanya muncul ketika butuh, kemungkinan besar kamu bukan prioritasnya.

2. Berani Menanyakan Kepastian

Bertanya tentang arah hubungan bukan tindakan berlebihan.

Kejelasan justru menunjukkan kedewasaan emosional.

3. Tetapkan Batasan Diri

Tidak semua perhatian harus dibalas.

Belajar berkata tidak bisa melindungi kamu dari keterikatan yang tidak sehat.

4. Jangan Takut Pergi

Kadang keputusan paling sehat adalah berhenti berharap pada hubungan yang tidak berkembang.

Melepaskan bukan berarti gagal, melainkan memilih diri sendiri.

Baca Juga: Kenapa Orang Sering Membandingkan Hidupnya dengan Orang Lain? Ini Penjelasan Psikologisnya

Baca Juga: Kenapa Orang Suka Ghosting Tanpa Penjelasan


Kenapa Memahami Backburner Itu Penting?

Banyak orang mengira hubungan yang berjalan tanpa konflik berarti sehat. Padahal hubungan tanpa kejelasan bisa lebih melelahkan daripada hubungan yang jelas berakhir.

Memahami arti backburner relationship membantu seseorang mengenali batas antara perhatian yang tulus dan perhatian yang hanya sementara.

Yang sering terlupakan, seseorang yang benar-benar ingin bersama tidak akan membuatmu menunggu tanpa kepastian.

Mungkin pertanyaan paling jujur yang perlu diajukan bukan “dia sayang atau tidak”, tetapi: apakah kamu benar-benar diprioritaskan?

Pantau terus topik hubungan modern seperti ini untuk memahami dinamika relasi yang semakin berubah di era digital.

Baca Juga: Tak Cukup Cinta, Ini Cara Menjaga Hubungan Tetap Sehat dan Romantis Setelah Menikah

Baca Juga: Cara Berbicara dengan Orang Pemalu dan Pendiam agar Percakapan Lebih Nyaman dan Tidak Canggung

FAQ Seputar Backburner Relationship

Apa itu backburner relationship dalam hubungan?

Backburner relationship adalah kondisi ketika seseorang dipertahankan sebagai pilihan cadangan dalam hubungan romantis tanpa komitmen yang jelas. Komunikasi biasanya tetap berjalan, tetapi hubungan tidak berkembang ke arah yang lebih serius sehingga salah satu pihak merasa tidak benar-benar diprioritaskan.

Dalam hubungan backburner, seseorang mungkin tetap memberikan perhatian melalui chat atau media sosial, namun menghindari pembicaraan tentang status hubungan. Kedekatan terasa nyata, tetapi arah hubungan selalu tidak pasti dan sering membuat bingung secara emosional.


Mengapa seseorang menjadikan orang lain sebagai backburner?

Seseorang biasanya menjadikan orang lain sebagai backburner karena ingin tetap memiliki pilihan dalam hubungan. Menyimpan cadangan membuat mereka merasa lebih aman jika hubungan utama tidak berjalan baik atau berakhir tiba-tiba.

Selain itu, ada juga yang mempertahankan hubungan backburner karena takut kesepian tetapi belum siap berkomitmen. Media sosial mempermudah menjaga hubungan tanpa kepastian karena komunikasi bisa tetap berlangsung meski tanpa usaha besar.


Bagaimana cara mengetahui kita hanya dijadikan backburner?

Salah satu tanda paling jelas adalah hubungan terasa dekat tetapi tidak pernah memiliki kejelasan status. Orang tersebut mungkin sering menghubungi kamu, tetapi selalu menghindari pembicaraan serius tentang arah hubungan atau masa depan bersama.

Ciri lainnya adalah perhatian yang datang tidak konsisten, misalnya hanya muncul saat dia sedang bosan atau memiliki masalah. Jika kamu sering merasa bukan prioritas dan harus selalu menunggu, kemungkinan besar kamu sedang berada dalam hubungan backburner.


Apa dampak backburner relationship bagi kesehatan mental?

Backburner relationship bisa memicu stres emosional karena hubungan berjalan tanpa kepastian. Seseorang bisa terus bertanya-tanya tentang posisi dirinya sehingga memunculkan overthinking dan kecemasan berlebihan.

Dalam jangka panjang, hubungan tanpa kepastian juga bisa menurunkan kepercayaan diri karena seseorang merasa hanya dijadikan pilihan kedua. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membuat seseorang terbiasa dengan pola hubungan yang tidak sehat.


Bagaimana cara menghindari backburner relationship?

Cara menghindari hubungan backburner adalah dengan memperhatikan tanda-tandanya sejak awal, terutama jika komunikasi terasa tidak konsisten dan status hubungan selalu mengambang. Penting untuk berani menanyakan arah hubungan agar tidak terjebak dalam harapan yang tidak jelas.

Menetapkan batasan diri juga membantu agar tidak selalu tersedia untuk seseorang yang tidak memprioritaskan kamu. Hubungan yang sehat seharusnya memberi kejelasan, bukan membuat seseorang terus menunggu tanpa kepastian.


Apakah backburner sama dengan friendzone?

Backburner dan friendzone adalah dua hal yang berbeda meskipun sering dianggap mirip. Friendzone biasanya terjadi ketika salah satu pihak hanya ingin berteman tanpa adanya ketertarikan romantis dari awal.

Backburner relationship justru melibatkan ketertarikan atau kedekatan romantis, tetapi tanpa komitmen yang jelas. Seseorang tetap menjaga komunikasi karena melihat kemungkinan hubungan di masa depan, meski tidak menjadikannya prioritas sekarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.