Akurat

Mengenal Hubungan Toksik: Tanda, Dampak, dan Cara Menghindarinya

Ratu Tiara | 23 September 2025, 17:13 WIB
Mengenal Hubungan Toksik: Tanda, Dampak, dan Cara Menghindarinya

AKURAT.CO Hubungan interpersonal yang sehat adalah yang saling menghargai, mendukung, dan membolehkan kedua pihak menjadi diri sendiri. Namun, tidak semua hubungan berjalan demikian.

Ada situasi yang disebut hubungan toksik, di mana satu atau kedua pihak mengalami penyusutan emosional akibat perilaku yang merugikan. Hubungan ini bisa terjadi dalam konteks pacaran, keluarga, persahabatan, atau lingkungan kerja.

Baca Juga: Pesan Mahalini di Akurat Fest 2024: Jauhi Toxic Relationship

Tanda-tanda Hubungan Toksik

Beberapa ciri jika kamu mulai terjebak dalam hubungan seperti ini:

1. Kontrol berlebihan

Pasangan (atau teman) mencoba mengatur tiap aspek hidupmu dari cara berpakaian, teman yang boleh ditemui, hingga penggunaan waktu walau dibungkus dengan alasan “demi kebaikan” atau “karena sayang.”

2. Sulit mengekspresikan diri

Kamu merasa takut mengemukakan pendapat, keinginan, atau perasaan sendiri karena khawatir akan reaksi negatif. Seiring waktu, kamu mulai menahan diri agar tidak dianggap menyusahkan atau memicu konflik.

3. Kurangnya dukungan emosional

Alih-alih mendapat dukungan, kamu justru sering merasa diabaikan atau dicemooh atas prestasi atau usahamu. Kritik yang menusuk hati lebih sering muncul daripada pujian atau apresiasi.

4. Cemburu dan posesif ekstrem

Rasa curiga melampaui normal, termasuk memantau komunikasi, membatasi aktivitas sosial, atau membatasi siapa yang boleh kamu temui. Semua ini bisa menjadi sinyal bahwa hubungan sudah melewati batas sehat.

5. Bohong terus-menerus & manipulasi

Ketidakjujuran atau kebiasaan menyembunyikan hal penting dari satu sama lain sering terjadi. Manipulasi emosional turut hadir, membuatmu merasa bersalah atau bertanggung jawab atas emosi orang lain.

Baca Juga: Bisa Kok! Ini Cara Menyelamatkan Toxic Relationship

6. Kekerasan verbal atau fisik

Jika hubungan sampai melibatkan hinaan, makian, pelecehan kata-kata, ancaman, atau bahkan kekerasan fisik, sudah jelas bahwa relasi tersebut tidak aman dan perlu ditangani dengan serius.

Dampak Hubungan Toksik: Stres kronis, kecemasan, rasa rendah diri, hingga depresi. Secara fisik, kondisi ini juga bisa memicu gangguan kesehatan seperti susah tidur, gangguan daya tahan tubuh, atau masalah psikosomatis.

Cara Mengatasinya:

  • Kenali bahwa hubunganmu bermasalah dan akui pada diri sendiri bahwa kamu merasa tidak nyaman atau tersakiti.

  • Tetapkan batasan yang sehat dan beranikan diri menyuarakan perasaanmu.

  • Kurangi ekspektasi terhadap orang yang menunjukkan pola toksik, karena perubahan membutuhkan kesadaran dari mereka juga.

  • Perkuat dukungan sosial: berbicara dengan teman atau keluarga yang peduli dan positif.

  • Fokus pada kegiatan yang meningkatkan kesejahteraanmu, seperti hobi, kegiatan relaksasi, atau olahraga.

  • Bila situasinya sudah sangat merugikan, pertimbangkan meminta bantuan profesional psikolog atau konselor.

Intinya, hubungan sehat adalah yang membuatmu merasa aman, dihargai, dan bebas menjadi dirimu sendiri. Jika kamu merasa hubunganmu tidak demikian, bukanlah tanda kelemahan untuk mencari perubahan justru itu langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan emosionalmu.

Dinda NS (Magang) 

 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R