Akurat

Selain Berperilaku Aneh, Ini 7 Tanda Seseorang Mendapatkan KDRT Dan Cara Membantu Mereka

Ramadhan LQ | 21 November 2023, 18:19 WIB
Selain Berperilaku Aneh, Ini 7 Tanda Seseorang Mendapatkan KDRT Dan Cara Membantu Mereka
 
AKURAT.CO Kisah kekerasan yang dialami oleh Dokter Qory Ulfiyah menyita perhatian banyak orang. Sebelum kabur, Dokter Qory terlihat berperilaku aneh saat di tempat kerja. 
 
Perilaku aneh ini merupakan salah satu tanda seseorang yang mendapatkan perlakuan buruk dari pasangan. Korban kekerasan sangat membutuhkan bantuan namun mereka takut dan ragu untuk meminta pertolongan. 
 
 
Untuk membantu teman kamu yang menjadi korban kekerasan dalam hubungan, kamu harus memerhatikan 7 tanda seseorang yang sering menerima perlakuan buruk dari pasangannya. 
1. Kehilangan kepercayaan diri atau menjadi lebih pendiam dari biasanya
 
Korban yang mengalami kekerasan biasanya akan merasa tidak percaya diri, hal ini disebabkan karena pasangan mereka melakukan verbal abuse untuk membuat korban merasa rendah dan merasa tidak berharga atau tidak pantas. Perlakuan ini akan menyebabkan penurunan kepercayaan diri sang korban.
 
2. Mereka tampak takut pada pasangannya

Jika kamu melihat temanmu merasa ketakutan terhadap pasangannya saat mereka bertemu, maka dapat dipastikan teman kamu mendapatkan perlakuan buruk dari pasangannya. Seseorang umumnya akan merasa senang dan bahagia saat bertemu dengan pasangannya. 
 
Namun bagi korban bertemu pasangan yang melakukan kekerasan terhadap dirinya adalah sebuah bencana dan akan sangat menakutkan. 

3. Korban tidak lagi bertemu dengan teman atau keluarganya
 
Pelaku kekerasan akan memanipulasi sang korban, mereka akan dengan mudah membuat korban menjauh dari keluarga dan temannya. Hal ini dilakukan pelaku agar korban merasa sendiri dan tidak ada lagi orang yang ada di sampingnya kecuali sang pelaku kekerasan. 

4. Pasangannya sering kali mengkritik, memermalukan, memerintah, atau mengambil semua keputusan
 
Dalam suatu hubungan bukan hal yang baru ketika pasangan memberikan kritik, namun normalnya pasangan akan memberikan kritik saat mereka berdua. Pelaku kekerasan akan memberikan kritik pedas terhadap pasangannya di depan umum. Pelaku juga tidak akan ragu untuk memermalukan dan memerintah korban di hadapan orang lain.
 
5. Korban sering membicarakan sifat buruk atau kecemburuan pasangannya
 
Pelaku kekerasan akan selalu menunjukan rasa cemburu yang tidak wajar, sehingga korban umumnya akan sering meminta pendapat teman tentang rasa cemburu pasangannya. 
 
Untuk beberapa kesempatan. Korban pasti berusaha untuk mengungkap kekerasan yang dialaminya dengan menceritakan perilaku buruk pasangannya. 

6. Korban  mengalami luka fisik, seperti memar, patah tulang, dan terkilir
 
Korban yang mendapat kekerasan dari pasangannya akan menggunakan baju dengan lengan panjang untuk menutupi luka yang didapatkannya. Korban sering mengalami luka fisik seperti adanya memar, patah tulang ataupun terkilir. 

7. Anak-anak mereka tampak takut pada pelaku kekerasan atau menunjukkan perilaku menarik diri atau cemas
 
Kekerasan bukan hanya berdampak pada pasangan saja. Jika korban sudah memiliki anak, maka perilaku anak juga akan dipengaruhi oleh kekerasan yang terjadi. Anak-anak yang mengalami kekerasan akan menarik diri dari lingkungannya dan memiliki rasa cemas yang berlebihan. 
 
 
Jika kamu melihat teman, saudara atau orang di sekitarmu menunjukan perilaku tersebut maka kamu harus menolong mereka. Kamu bisa memberikan pertolongan pertama bagi korban kekerasan dengan cara berikut ini: 

1. Bantulah orang tersebut untuk menyadari bahwa apa yang dialaminya adalah pelecehan.

2. Jangan menjudge pilihan korban, meskipun dia memutuskan untuk tetap menjalin hubungan dengan pelaku.

3. Bantu mereka membuat rencana untuk tetap aman – termasuk anak-anak mereka, jika ada.

4. Tawarkan bantuan praktis seperti mengurus anak atau memasak makanan.

5. Beritahu orang tersebut tentang layanan konseling kekerasan dalam rumah tangga.

6. Tetap dukung orang tersebut setelah dia meninggalkan hubungan tersebut.

Bagi korban, meninggalkan hubungan abusive dengan pasangannya adalah hal yang sangat sulit. Oleh karenanya, sebagai teman kamu bisa mendukung mereka melalui dukungan moral dan emosional. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Ramadhan LQ
R