PDaja Soroti Tren Kebutuhan Dana Besar, Hadirkan Skema Pinjaman Fleksibel Berbasis Properti

AKURAT.CO Memasuki kuartal kedua tahun 2026, kebutuhan akan pendanaan dalam jumlah besar terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Kebutuhan pembiayaan di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional diperkirakan menembus angka Rp4.300 triliun.
Namun, di tengah tingginya permintaan modal, masyarakat dan pelaku usaha kerap dihadapkan pada tantangan aksesibilitas dan kekhawatiran akan beban kewajiban finansial yang tidak fleksibel.
Menanggapi dinamika pasar tersebut, PDaja, platform pembiayaan digital di bawah naungan PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna), menghadirkan solusi pinjaman berbasis properti.
Baca Juga: Volume Transaksi Digital Bank Sahabat Sampoerna Naik 21 Persen di 2025 Berkat Strategi BaaS
Inovasi ini ditujukan untuk memberikan alternatif pendanaan yang tidak hanya besar secara plafon, tetapi juga adaptif terhadap kondisi arus kas nasabah melalui skema pembayaran yang lebih dinamis.
Fleksibilitas Plafon Rekening Koran (PRK)
Salah satu fitur utama yang diperkenalkan PDaja adalah skema Plafon Rekening Koran (PRK). Melalui skema ini, nasabah memiliki keleluasaan dalam mengelola penarikan dana sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Berbeda dengan pinjaman konvensional yang mengenakan bunga atas seluruh total pinjaman sejak awal, skema PRK memungkinkan bunga hanya dihitung berdasarkan jumlah dana yang benar-benar digunakan.
Hubertus Satrio Yudanto, Lending Center Business Head Bank Sampoerna, mengungkapkan bahwa fleksibilitas kini menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan finansial.
Pihaknya mengamati banyak pemilik aset yang ragu melakukan ekspansi usaha karena khawatir terbebani cicilan tetap yang besar di saat pendapatan usaha mereka mungkin masih fluktuatif.
"Dengan skema ini, nasabah memiliki kontrol penuh. Jika dana belum digunakan, beban bunga tidak akan berjalan. Ini adalah bentuk efisiensi biaya yang nyata bagi para pelaku usaha,” jelas Hubertus.
Transformasi Digital: Kepastian Lewat Pre-Approval Segera
Guna mempercepat proses birokrasi perbankan yang selama ini dianggap memakan waktu, PDaja memperkuat ekosistem digitalnya dengan fitur Self-Assessment. Melalui fitur ini, calon nasabah dapat melakukan penilaian mandiri terhadap aset dan profil finansial mereka secara online di laman PDaja.
Sistem PDaja akan memberikan status Pre-Approval serta estimasi plafon pinjaman secara instan setelah formulir dilengkapi. Langkah ini memberikan transparansi dan kepastian di awal bagi nasabah, sebelum mereka melanjutkan ke tahap verifikasi dokumen fisik.
Layanan ini mencakup berbagai jenis agunan properti, mulai dari rumah tinggal, rumah toko (ruko), apartemen, hingga gudang, yang dapat digunakan untuk kebutuhan produktif maupun multiguna.
Keuangan Inklusif
Chief ESME Business Bank Sampoerna, Rudy Mahasin, menegaskan bahwa kehadiran PDaja merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa akses modal yang mudah dan fleksibel adalah kunci pendorong roda ekonomi. Melalui teknologi digital, kami berupaya menjembatani kesenjangan antara pemilik aset dan kebutuhan likuiditas, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian perbankan,” tutur Rudy.
Bank Sampoerna mencatat bahwa minat terhadap pembiayaan berbasis properti dengan skema fleksibel terus tumbuh positif.
Ke depan, PDaja berkomitmen untuk tidak hanya menjadi penyedia jasa keuangan, tetapi juga menjadi mitra edukasi finansial yang membantu masyarakat mengambil keputusan yang terukur demi keberlangsungan finansial jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 2Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 3Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 4Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 5Kalender Jawa 4 November 2026: Watak Weton Rabu Kliwon yang Dikenal Berwibawa
- 6Prediksi Skor AEK Athena vs Real Madrid 5 November 2026: Los Blancos Bidik Kemenangan Keempat
- 7Saham BBCA Tertekan Isu MSCI, Peluang Akuisisi DBS Group Mulai Jadi Perbincangan
- 8Prediksi Skor Leipzig vs Man City 5 November 2026: Haaland Jadi Ancaman, The Citizens Diunggulkan
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit






