Akurat Logo

Memanas, Puluhan Massa Gruduk Kantor TV Desak Ruben Onsu Diboikot

Nuzulul Karamah | 5 November 2026, 23:35 WIB
Memanas, Puluhan Massa Gruduk Kantor TV Desak Ruben Onsu Diboikot
Puluhan Massa Gruduk Kantor TV Desak Ruben Onsu Diboikot

AKURAT.CO Sekelompok massa mendatangi salah satu gedung stasiun televisi swasta di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/11/2026), untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Dalam aksi tersebut, mereka secara tegas mendesak agar presenter kondang Ruben Onsu diboikot dan tidak lagi diberi panggung di layar kaca.

​Berdasarkan rekaman video yang beredar di platform Threads, puluhan pengunjuk rasa terlihat memenuhi area trotoar di dekat pembatas jalan layang atau flyover kawasan tersebut.

Dengan membawa berbagai atribut unjuk rasa, massa menyampaikan tuntutan agar stasiun televisi lebih selektif menghadirkan figur publik.

​Pada dinding flyover, massa tampak membentangkan spanduk besar berukuran mencolok yang menampilkan foto Ruben Onsu.

Spanduk itu memuat narasi ‘BOIKOT RUBEN ONSU: JANGAN BERI RUANG UNTUK RUBEN ONSU DI SELURUH MEDIA’. Tidak hanya itu, terdapat pula kalimat sindiran bertuliskan "MAAFKAN SAYA ATAS PERBUATAN YANG TELAH SAYA LAKUKAN" pada bagian lain spanduk tersebut.

​Suasana aksi semakin menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di kawasan Mampang ketika massa turut membentangkan selembar kain putih di sisi kanan spanduk utama.

Kain tersebut bertuliskan pesan satir yang cukup menohok: "GAK PAPA JELEK YANG PENTING BUKAN B*TI".

​Dalam orasinya, para pengunjuk rasa menilai bahwa stasiun televisi swasta bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus bersikap tegas terhadap artis atau public figure yang tengah menghadapi persoalan moral maupun isu problematik di ruang publik.

​Gelombang demonstrasi ini disinyalir merupakan kelanjutan dari memanasnya konflik antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, belakangan ini.

Selain polemik hak asuh anak, nama Ruben Onsu juga sempat menjadi sorotan tajam publik menyusul peredaran video call pribadinya dengan seorang pria, hingga berujung pada munculnya petisi boikot di ranah daring.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.