Akurat

Pensiun Lebih Awal, Hidup Tetap Aman: Panduan Menghitung Dana dan Investasi yang Tepat

Herry Supriyatna | 25 Oktober 2025, 21:00 WIB
Pensiun Lebih Awal, Hidup Tetap Aman: Panduan Menghitung Dana dan Investasi yang Tepat

AKURAT.CO Menyiapkan pensiun dini bukan hanya soal ingin berhenti bekerja lebih cepat, tetapi tentang memastikan hidup tetap aman dan layak secara finansial di masa depan.

Berhenti di usia muda berarti Anda harus memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama puluhan tahun ke depan, mulai dari biaya sehari-hari, kesehatan, hingga dana darurat.

Tanpa perencanaan yang matang, risiko kekurangan dana di masa pensiun akan semakin besar.

Artikel ini mengulas langkah-langkah praktis menghitung target dana pensiun dini, strategi pendapatan pasif, serta cara memilih investasi yang tepat agar bisa pensiun lebih awal dengan tenang.

Mengapa Perlu Merencanakan Pensiun Dini?

Pensiun dini adalah impian banyak orang, tetapi hanya bisa diwujudkan dengan persiapan keuangan yang serius.

Pensiun di usia 45 tahun, misalnya, berarti Anda harus menyiapkan dana untuk hidup selama sekitar 30 tahun, mengingat harapan hidup rata-rata masyarakat Indonesia kini mencapai 74 tahun.

Karena itu, kunci utama pensiun dini bukan sekadar niat, tetapi perencanaan finansial jangka panjang.

Baca Juga: Pemerintah Dorong UMKM Beralih ke Produksi Berbasis Teknologi

Langkah-Langkah Menghitung Target Dana Pensiun Dini

1. Hitung Kebutuhan Hidup Tahunan

Catat seluruh pengeluaran pokok dan tambahan seperti:

  • Biaya hidup rutin (makanan, listrik, transportasi)

  • Kesehatan dan asuransi

  • Rekreasi atau liburan

  • Dana darurat

  • Contoh: Kebutuhan bulanan Rp12 juta = Rp144 juta per tahun. Tambahkan dana liburan Rp20 juta → total kebutuhan tahunan Rp164 juta.

2. Gunakan Aturan 4% (Safe Withdrawal Rate)

Aturan ini menyarankan Anda menarik 4% dari total dana pensiun di tahun pertama, lalu menyesuaikan dengan inflasi tiap tahun.

Rumus:

Target Dana Pensiun = Kebutuhan Tahunan × 25
Rp164 juta × 25 = Rp4,1 miliar

Namun, karena inflasi dan pasar Indonesia berbeda dari AS, banyak perencana keuangan menyarankan menggunakan aturan 3%, sehingga target dana naik menjadi sekitar Rp5,46 miliar.

3. Hitung Pendapatan Pasif yang Dimiliki

Pendapatan pasif bisa menurunkan kebutuhan dari dana pensiun.

Contoh:

Kebutuhan tahunan Rp164 juta.

Pendapatan pasif Rp24 juta → kebutuhan dari dana pensiun hanya Rp140 juta.

Dengan aturan 4%, target dana pensiun turun menjadi Rp3,5 miliar.

4. Pilih Instrumen Investasi yang Tepat

Agar dana berkembang dan melawan inflasi, Anda perlu investasi yang terukur:

  • Reksa dana saham, obligasi, atau campuran

  • Saham dividen

  • Properti produktif

  • Obligasi pemerintah

Diversifikasi penting agar imbal hasil stabil dan risiko terkendali.

Baca Juga: Pramono Anung: Saya Sering Tak Bisa Tidur Pikirkan Nasib Tiang Monorel Jakarta

5. Perhitungkan Dampak Inflasi

Gunakan asumsi inflasi 4–6% per tahun. Pastikan investasi Anda tumbuh di atas angka tersebut agar daya beli tetap terjaga.

6. Evaluasi Secara Berkala

Tinjau ulang rencana setiap tahun, menyesuaikan:

  • Perubahan kebutuhan

  • Hasil investasi

  • Kenaikan inflasi

  • Pendapatan tambahan

Evaluasi rutin membantu memastikan rencana pensiun tetap realistis dan aman.

Tips Tambahan Agar Cepat Capai Target

  • Mulai lebih awal untuk memanfaatkan efek bunga majemuk.

  • Perbesar porsi investasi dibanding pengeluaran konsumtif.

  • Hindari utang konsumtif dan fokus pada akumulasi aset.

  • Gunakan sistem auto-debit agar investasi berjalan disiplin.

  • Siapkan asuransi kesehatan untuk melindungi dari risiko biaya medis yang tinggi.

Menyiapkan pensiun dini berarti menyiapkan kebebasan finansial jangka panjang.

Dengan menghitung kebutuhan tahunan, memperhitungkan pendapatan pasif, dan memilih instrumen investasi yang tepat, Anda bisa mencapai target dana pensiun ideal.

Semakin cepat Anda memulai, semakin besar peluang menikmati pensiun dini yang aman, nyaman, dan bebas dari tekanan finansial.

Baca Juga: Eks Kapolres Ngada Dipenjara 19 Tahun karena Cabuli 3 Anak, DPR: Hukuman Masih Terlalu Ringan

Laporan: Nia Ayunia/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.