BEI Dorong Perusahaan Besar IPO lewat Skema Lighthouse

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan lebih banyak perusahaan skala besar melantai di bursa melalui skema lighthouse IPO. Langkah ini diyakini akan memperkuat kapitalisasi pasar dan menarik aliran dana baru, baik dari investor domestik maupun mancanegara.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa lighthouse IPO adalah penawaran umum perdana saham dengan kapitalisasi pasar minimal Rp3 triliun dan free float setidaknya 15% atau setara Rp700 miliar.
Kriteria ini ditetapkan agar saham perusahaan tersebut mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap likuiditas pasar.
Baca Juga: Bidik Komunitas Modern, BTN Luncurkan Digital Store di Bursa Efek Indonesia
“Lighthouse IPO dapat meningkatkan nilai kapitalisasi free float dan juga menarik likuiditas baru karena investor institusi, baik domestik maupun asing, umumnya menunggu kehadiran perusahaan berskala besar dan bereputasi tinggi untuk mencatatkan sahamnya di BEI,” kata Nyoman, Sabtu (27/9/2025).
Menurut Nyoman, masuknya perusahaan besar akan mendatangkan aliran dana segar ke pasar modal Indonesia. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan likuiditas, tetapi juga menciptakan stabilitas yang lebih baik di tengah dinamika pasar global.
Hingga September 2025, tercatat sudah ada lima lighthouse IPO yang resmi bergabung di BEI. Mereka adalah PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Kehadiran emiten-emiten ini dinilai menjadi indikator positif bahwa pasar modal Indonesia semakin diminati oleh perusahaan besar.
Baca Juga: BEI Buka Gembok LINK, Investor Diminta Cermati Risiko
“Hal ini menjadi salah satu indikator penting dalam mendorong kehadiran IPO skala besar yang diharapkan mampu memperkuat struktur pasar serta meningkatkan daya tarik bagi investor,” jelas Nyoman.
BEI sebelumnya juga menargetkan sedikitnya lima perusahaan berskala besar melakukan IPO sepanjang tahun 2025. Dengan capaian saat ini, target tersebut dapat tercapai bahkan berpotensi terlampaui jika ada tambahan emiten yang memenuhi kriteria.
Dari sisi lain, Nyoman menanggapi isu yang beredar di media sosial mengenai rencana IPO Super Bank Indonesia. Beredar potongan gambar yang menyebutkan perusahaan tersebut tengah dalam proses pre-effective. Namun, Nyoman menegaskan kabar itu tidak benar.
“Saat ini perusahaan sebagaimana tangkapan layar tidak sedang melakukan book building ataupun offering di sistem e-IPO. Sebagai informasi, IDX juga tidak mengelola sistem e-IPO ‘bayangan’. Satu-satunya link resmi untuk mengakses sistem e-IPO adalah https://www.e-ipo.co.id/en,” tegasnya.
Dirinya menambahkan, masyarakat maupun investor yang ingin mengetahui informasi valid terkait rencana IPO suatu perusahaan sebaiknya langsung menghubungi pihak emiten atau sumber resmi terkait. Dengan begitu, investor terhindar dari kabar simpang siur yang berpotensi menyesatkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar






