BEI Buka Gembok LINK, Investor Diminta Cermati Risiko
Hefriday | 31 Agustus 2025, 23:41 WIB

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan akan membuka kembali perdagangan saham PT Link Net Tbk (LINK) mulai sesi I pada Senin (1/9/2025). Saham berkode LINK tersebut sebelumnya terkena suspensi sehari pada Jumat (29/8/2025) akibat lonjakan harga yang dinilai tidak wajar.
Dalam keterangan yang diterima, Minggu (31/8/2025), BEI menjelaskan suspensi sementara dilakukan untuk menjaga perdagangan yang tertib, wajar, dan efisien. Lonjakan harga kumulatif LINK dalam beberapa waktu terakhir menjadi alasan utama penghentian sementara perdagangan.
Saham Link Net sebenarnya sudah masuk ke papan pemantauan khusus full call auction (FCA) sejak 31 Januari 2025. Hal ini disebabkan emiten jasa internet tersebut tidak memenuhi persyaratan free float sesuai dengan ketentuan Peraturan Nomor I-A dan I-V.
Saham Link Net sebenarnya sudah masuk ke papan pemantauan khusus full call auction (FCA) sejak 31 Januari 2025. Hal ini disebabkan emiten jasa internet tersebut tidak memenuhi persyaratan free float sesuai dengan ketentuan Peraturan Nomor I-A dan I-V.
Baca Juga: Centratama Group Gandeng Link Net Genjot Layanan Konektivitas Broadband di Seluruh Indonesia
Meski berada dalam status FCA, pergerakan harga LINK tetap menarik perhatian. Pada Kamis (28/8/2025), harga sahamnya naik 9,28 persen ke level Rp 3.770 per lembar. Jika ditarik dalam sebulan terakhir, kenaikan LINK bahkan mencapai 119,83% dari posisi Rp1.715 pada 28 Juli 2025.
Kenaikan tajam itu terjadi di tengah rumor rencana akuisisi Link Net oleh sejumlah pihak. Beberapa nama besar disebut-sebut berminat, antara lain PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), serta dua konglomerasi besar Indonesia, yaitu Grup Salim dan Grup Sinar Mas.
Menanggapi rumor tersebut, Sekretaris Perusahaan Link Net, Rininta Agustina, menyampaikan klarifikasi. Ia menyebut perseroan mengetahui adanya pembahasan awal dari pemegang saham pengendali mengenai calon investor strategis. Namun, hingga saat ini, manajemen belum menerima informasi resmi terkait kelanjutan rencana tersebut.
Di sisi lain, pergerakan saham LINK juga dipengaruhi oleh aksi divestasi Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd selaku pemegang saham mayoritas. Pada 26 Agustus 2025, Axiata melepas 136,2 juta saham atau setara 4,76% kepemilikan di harga Rp3.060 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp416,78 miliar.
Dengan penjualan tersebut, porsi kepemilikan Axiata turun dari 75,42% menjadi 70,66%. Sementara saham free float publik meningkat dari 1,46% menjadi 6,22%. Selain itu, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXLC) masih menguasai 19,22 persen saham LINK, sementara 3,9% tercatat sebagai saham treasuri.
Pembukaan kembali suspensi LINK pada pekan depan diperkirakan akan menjadi sorotan utama investor. Namun, BEI mengingatkan agar pelaku pasar tetap memperhatikan keterbukaan informasi resmi dari emiten dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Meski berada dalam status FCA, pergerakan harga LINK tetap menarik perhatian. Pada Kamis (28/8/2025), harga sahamnya naik 9,28 persen ke level Rp 3.770 per lembar. Jika ditarik dalam sebulan terakhir, kenaikan LINK bahkan mencapai 119,83% dari posisi Rp1.715 pada 28 Juli 2025.
Kenaikan tajam itu terjadi di tengah rumor rencana akuisisi Link Net oleh sejumlah pihak. Beberapa nama besar disebut-sebut berminat, antara lain PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), serta dua konglomerasi besar Indonesia, yaitu Grup Salim dan Grup Sinar Mas.
Menanggapi rumor tersebut, Sekretaris Perusahaan Link Net, Rininta Agustina, menyampaikan klarifikasi. Ia menyebut perseroan mengetahui adanya pembahasan awal dari pemegang saham pengendali mengenai calon investor strategis. Namun, hingga saat ini, manajemen belum menerima informasi resmi terkait kelanjutan rencana tersebut.
Di sisi lain, pergerakan saham LINK juga dipengaruhi oleh aksi divestasi Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd selaku pemegang saham mayoritas. Pada 26 Agustus 2025, Axiata melepas 136,2 juta saham atau setara 4,76% kepemilikan di harga Rp3.060 per saham. Nilai transaksi mencapai Rp416,78 miliar.
Dengan penjualan tersebut, porsi kepemilikan Axiata turun dari 75,42% menjadi 70,66%. Sementara saham free float publik meningkat dari 1,46% menjadi 6,22%. Selain itu, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXLC) masih menguasai 19,22 persen saham LINK, sementara 3,9% tercatat sebagai saham treasuri.
Pembukaan kembali suspensi LINK pada pekan depan diperkirakan akan menjadi sorotan utama investor. Namun, BEI mengingatkan agar pelaku pasar tetap memperhatikan keterbukaan informasi resmi dari emiten dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










