Akurat

Perbedaan Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi dari Segi Risiko Investasi

Herry Supriyatna | 29 Desember 2025, 19:19 WIB
Perbedaan Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi dari Segi Risiko Investasi

AKURAT.CO Dalam dunia investasi, obligasi menjadi salah satu instrumen yang banyak diminati karena dinilai lebih stabil dibandingkan saham.

Meski sama-sama menawarkan imbal hasil berupa kupon, tidak semua obligasi memiliki tingkat risiko yang sama.

Dua jenis obligasi yang paling populer adalah obligasi negara dan obligasi korporasi. Keduanya memiliki karakteristik dan profil risiko yang berbeda.

Lantas, apa perbedaan obligasi negara dan obligasi korporasi dari segi risiko? Berikut penjelasannya.

Pengertian Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi

Obligasi Negara

Obligasi negara adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk membiayai berbagai kebutuhan negara, seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta layanan kesehatan.

Di Indonesia, obligasi negara dikenal sebagai Surat Utang Negara (SUN), yang terdiri dari beberapa jenis, antara lain obligasi dengan kupon tetap, kupon mengambang, serta obligasi berbasis syariah atau sukuk negara.

Instrumen ini tergolong sangat aman karena pembayaran pokok dan kuponnya dijamin langsung oleh pemerintah.

Saat jatuh tempo, investor akan menerima kembali dana pokok beserta imbal hasil sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Terima Poligami dan Nikah Siri, Inara Rusli Tegaskan Insanul Fahmi Kini Suaminya

Obligasi Korporasi

Obligasi korporasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menghimpun dana dari investor.

Melalui obligasi, perusahaan dapat memperoleh pendanaan tanpa harus melepas kepemilikan seperti pada penawaran saham perdana (IPO).

Jenis obligasi ini umumnya menawarkan kupon lebih tinggi dibandingkan obligasi negara, namun risikonya juga lebih besar.

Karena itu, obligasi korporasi lebih cocok bagi investor yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi dan siap melakukan analisis mendalam terhadap kondisi keuangan perusahaan penerbit.

Karakteristik Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi

Dikutip dari Bright.id, berikut karakteristik utama masing-masing instrumen:

Obligasi Negara

  1. Dijamin sepenuhnya oleh pemerintah.

  2. Cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.

  3. Risiko gagal bayar sangat rendah.

Obligasi Korporasi

  1. Tingkat keamanannya bergantung pada kesehatan keuangan perusahaan.

  2. Menawarkan kupon yang lebih tinggi dibandingkan obligasi negara.

  3. Membutuhkan analisis fundamental sebelum berinvestasi.

Perbedaan Risiko Obligasi Negara dan Obligasi Korporasi

Risiko pada Obligasi Negara

Obligasi negara dikenal sebagai salah satu instrumen investasi paling aman. Meski demikian, tetap terdapat beberapa risiko yang perlu diperhatikan, antara lain:

Baca Juga: MPR: Indonesia Sudah Masuk Tahap Krisis Iklim, Transisi Energi Tak Bisa Ditunda

  1. Risiko pasar, yaitu penurunan harga obligasi jika dijual sebelum jatuh tempo, terutama saat suku bunga naik.

  2. Risiko inflasi, ketika tingkat inflasi lebih tinggi dibandingkan imbal hasil obligasi, sehingga nilai riil keuntungan berkurang.

Dengan demikian, meskipun risiko gagal bayar sangat kecil, investor tetap perlu mempertimbangkan faktor suku bunga dan inflasi.

Risiko pada Obligasi Korporasi

Obligasi korporasi memiliki risiko yang lebih kompleks, di antaranya:

  1. Risiko kredit, yaitu kemungkinan perusahaan gagal membayar kupon atau melunasi pokok utang.

  2. Risiko suku bunga, di mana kenaikan suku bunga dapat menurunkan harga obligasi di pasar.

  3. Risiko pasar, akibat fluktuasi kondisi ekonomi dan keuangan.

Selain itu, beberapa obligasi korporasi memiliki fitur callable, yaitu hak perusahaan untuk melunasi obligasi lebih awal. Jika hal ini terjadi saat suku bunga turun, investor berpotensi kesulitan mendapatkan obligasi pengganti dengan imbal hasil setara.

Obligasi negara dan obligasi korporasi sama-sama menawarkan imbal hasil tetap, namun memiliki tingkat risiko yang berbeda.

Obligasi negara lebih aman karena dijamin pemerintah dan cocok bagi investor konservatif.

Sebaliknya, obligasi korporasi menawarkan kupon lebih tinggi, tetapi disertai risiko gagal bayar dan fluktuasi yang lebih besar.

Pemilihan jenis obligasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi, jangka waktu, serta toleransi risiko masing-masing investor.

Baca Juga: Bahlil Ungkap Syarat Stop Impor Solar 2026, RDMP Jadi Kunci

Laporan: Shera Amalia Ghaitsa/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.