Kenapa Harga Emas Naik Terus? Ini 5 Alasan yang Wajib Kamu Tahu

AKURAT.CO Fenomena kenapa harga emas naik terus menjadi pertanyaan banyak orang di tengah gejolak ekonomi global.
Mengetahui penyebab harga emas naik terus penting terutama bagi investor dan masyarakat umum yang ingin memahami arah pasar serta memutuskan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual emas.
5 Alasan Harga Emas Naik Terus
1. Emas Jadi Aset “Safe Haven” Saat Ketidakpastian Global
Harga emas naik karena banyak investor mencari aset yang lebih aman saat kondisi dunia tidak stabil, seperti perang, konflik geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 23 Desember 2025: Galeri24 dan UBS Naik Tajam
Saat pasar finansial bergejolak, minat terhadap emas sebagai tempat “berlindung” meningkat, mendorong harganya naik.
Kondisi seperti perang, krisis ekonomi, atau ketidakpastian kebijakan internasional meningkatkan permintaan terhadap emas karena dianggap lebih stabil dibanding instrumen lain.
2. Inflasi Tinggi dan Lindung Nilai (Hedge)
Salah satu penyebab harga emas naik terus adalah tingkat inflasi yang tinggi di banyak negara.
Ketika harga barang dan jasa meningkat, nilai mata uang cenderung turun. Masyarakat dan investor kemudian memilih emas untuk menjaga nilai kekayaan mereka, sehingga permintaan emas naik.
Emas sejak lama dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, sehingga permintaan pun ikut terdorong saat inflasi meningkat.
3. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral
Kebijakan moneter, terutama suku bunga yang ditetapkan bank sentral seperti Federal Reserve (The Fed), memengaruhi harga emas secara signifikan.
Ketika suku bunga turun atau diperkirakan turun, biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah dibanding menabung atau berinvestasi di obligasi, sehingga permintaan emas meningkat dan harga ikut naik.
Harapan pemangkasan suku bunga, seperti yang diperkirakan terjadi di AS dan negara lainnya, kerap memicu rally emas karena investor mengalihkan asetnya ke logam mulia.
4. Permintaan dari Investor dan Cadangan Bank Sentral
Permintaan emas oleh investor global — baik individu maupun institusi — terus meningkat. Instrumen seperti ETFs emas (Exchange-Traded Funds) mencatat aliran uang yang signifikan, menambah tekanan permintaan.
Selain itu, bank sentral negara besar juga memperluas cadangan emas mereka sebagai strategi diversifikasi cadangan devisa, sehingga pasokan global emas efektif lebih ketat.
Pembelian besar-besaran oleh bank sentral mengurangi ketersediaan emas di pasar dan mendorong harganya naik.
5. Nilai Tukar Dolar AS dan Mata Uang Global
Baca Juga: Perbedaan Emas Tua dan Emas Muda: Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi atau Perhiasan?
Emas diperdagangkan secara internasional dalam dolar AS. Ketika dolar melemah terhadap mata uang lain, harga emas cenderung naik karena emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar.
Kondisi ini menarik pembeli dari berbagai negara sehingga meningkatkan permintaan dan mendorong harga naik.
Sebaliknya, ketika dolar menguat, permintaan emas bisa menurun karena harganya menjadi relatif lebih mahal.
Selain faktor investasi dan makroekonomi, permintaan fisik emas dari sektor perhiasan dan industri juga berkontribusi terhadap kenaikan harga.
Di negara dengan budaya penggunaan emas tinggi (seperti India dan China), permintaan emas bisa meningkat musiman dan berdampak pada harga.
Kenaikan harga emas yang terus berlangsung bukan hanya satu faktor, melainkan kombinasi berbagai pengaruh global.
Ketidakpastian ekonomi, inflasi tinggi, kebijakan moneter, permintaan investor, serta nilai tukar dolar semuanya berperan dalam situasi mengapa harga emas bisa naik terus.
Itulah penjelasan mengenai alasan kenapa harga emas naik terus. Semoga bisa menambah pengetahuan kamu, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









