Akurat

Perbedaan Emas Tua dan Emas Muda: Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi atau Perhiasan?

Herry Supriyatna | 22 Desember 2025, 22:43 WIB
Perbedaan Emas Tua dan Emas Muda: Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi atau Perhiasan?

AKURAT.CO Perbedaan emas tua dan emas muda kerap menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat, baik saat membeli perhiasan maupun menentukan pilihan investasi.

Meski sama-sama berbahan emas, kedua jenis ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda, mulai dari kadar kemurnian, warna, ketahanan fisik, hingga nilai jual kembali.

Memahami perbedaan emas tua dan emas muda akan membantu pembeli memilih emas yang paling sesuai dengan kebutuhan—apakah untuk dipakai sehari-hari atau disimpan sebagai aset jangka panjang.

Apa Itu Emas Tua dan Emas Muda?

Perbedaan utama emas tua dan emas muda terletak pada kadar kemurnian emasnya. Dilansir dari Sahabat Pegadaian, emas tua memiliki kandungan emas murni yang lebih tinggi, bahkan bisa mencapai 99,99 persen.

Sementara itu, emas muda mengandung campuran logam lain seperti perak, tembaga, atau nikel dalam jumlah lebih besar.

Karena perbedaan komposisi tersebut, emas tua dan emas muda memiliki sifat fisik, tampilan, dan nilai ekonomi yang berbeda.

Perbedaan Emas Tua dan Emas Muda

1. Kadar Kemurnian

Emas tua memiliki kadar kemurnian tinggi, umumnya di atas 70 persen hingga mendekati 100 persen. Semakin tinggi kadar emas, semakin besar nilai ekonominya, sehingga emas tua sangat diminati sebagai instrumen investasi.

Sebaliknya, emas muda memiliki kadar kemurnian di bawah 70 persen. Kandungan logam campuran yang lebih banyak membuat emas muda lebih kuat, tetapi nilai emas murninya lebih rendah.

Baca Juga: Jembatan Selat Malaka Hubungkan RI-Malaysia

2. Warna dan Tampilan

Emas tua berwarna kuning pekat dan cerah, mencerminkan kandungan emas murni yang tinggi. Warna ini menjadi ciri khas emas berkualitas tinggi.

Emas muda memiliki warna yang lebih pucat atau kekuningan lembut karena pengaruh logam campuran, sehingga tampilannya tidak secerah emas tua.

3. Ketahanan Fisik

Emas tua cenderung lunak dan mudah berubah bentuk jika terkena tekanan. Karena sifatnya ini, emas tua kurang cocok untuk perhiasan yang sering dipakai.

Sebaliknya, emas muda lebih keras dan tahan benturan. Campuran logam lain membuatnya lebih kuat sehingga ideal untuk perhiasan harian seperti cincin, gelang, atau kalung.

4. Nilai Jual Kembali

Emas tua memiliki nilai jual kembali yang lebih tinggi dan stabil. Harga buyback-nya mengikuti harga emas dunia karena kandungan emas murninya besar, sehingga lebih menguntungkan untuk investasi.

Emas muda memiliki nilai jual kembali lebih rendah. Saat dijual, yang dihitung adalah kadar emasnya, bukan desain atau bentuk perhiasannya.

5. Tujuan Penggunaan

Emas tua paling cocok untuk investasi jangka panjang, seperti emas batangan, logam mulia, atau koin emas.

Emas muda lebih sesuai untuk perhiasan sehari-hari karena lebih tahan lama dan tidak mudah rusak saat digunakan.

Perbedaan emas tua dan emas muda terletak pada kadar kemurnian, warna, ketahanan, serta nilai jualnya.

Jika tujuan Anda adalah investasi jangka panjang, emas tua menjadi pilihan terbaik. Namun, jika Anda mencari perhiasan yang kuat dan nyaman dipakai sehari-hari, emas muda lebih tepat.

Dengan memahami perbedaan ini, masyarakat dapat menentukan pilihan emas secara lebih bijak sesuai kebutuhan dan tujuan finansial.

Baca Juga: Pemerintah Pulangkan 92 Warga Jateng Korban Bencana Aceh

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.