KSEI: Jumlah Investor Melonjak 37 Persen, Anak Muda Masih Dominan

AKURAT.CO Pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia sepanjang 2025 tidak hanya tercermin dari bertambahnya Single Investor Identification (SID), tetapi juga dari lonjakan nilai aset yang dikelola.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat total aset investor pasar modal mencapai Rp10.438 triliun hingga 24 Desember 2025.
Nilai tersebut meningkat 27% dibandingkan posisi akhir 2024. Kenaikan aset ini mencerminkan penguatan aktivitas investasi serta semakin solidnya peran investor domestik dalam menopang stabilitas pasar modal nasional.
Baca Juga: INDEF: Investor Kini Cari Kepastian, Bukan Sekadar Tax Holiday
Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat menjelaskan, peningkatan aset sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor yang per 29 Desember 2025 telah mencapai 20,32 juta SID atau tumbuh 37% secara tahunan (year on year/yoy).
“Pertumbuhan jumlah investor dan nilai aset menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia terus menguat,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
KSEI mencatat dominasi investor domestik masih sangat kuat. Sebanyak 99,78% investor pasar modal Indonesia merupakan investor lokal, sementara investor asing hanya mencakup 0,22%. Dari sisi kepemilikan aset, investor domestik menguasai 60,37% aset yang tercatat di sistem C-BEST, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kuatnya peran investor lokal dinilai menjadi bantalan penting di tengah dinamika pasar global. Basis investor domestik yang luas membuat pasar modal Indonesia relatif lebih resilien terhadap tekanan eksternal dan fluktuasi sentimen global.
Dari sisi instrumen, reksa dana masih menjadi kontributor utama aset. Aset kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana tercatat mencapai Rp996 triliun atau tumbuh 23% secara tahunan. Jumlah investor reksa dana juga mencapai 19,17 juta SID, menjadikannya instrumen paling populer di kalangan masyarakat.
Baca Juga: Permudah Investor Pemula, PINTU Kenalkan Fitur Auto DCA Explore Plans
Sementara itu, jumlah investor yang memiliki saham dan efek lainnya mencapai 8,59 juta SID, tumbuh 35% dibandingkan tahun sebelumnya. KSEI juga mencatat jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 1,41 juta SID atau naik 18% secara tahunan, mencerminkan minat terhadap instrumen berisiko rendah tetap terjaga.
Dari sisi sistem pencatatan, jumlah efek yang tercatat dalam The Central Securities and Book-Entry Settlement System (C-BEST) mencapai 3.627 efek atau meningkat 11% dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta naiknya kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Secara keseluruhan, KSEI menilai pertumbuhan aset dan dominasi investor domestik menjadi fondasi penting bagi pendalaman pasar keuangan nasional. Dengan semakin besarnya basis investor dan nilai aset yang dikelola, pasar modal diharapkan terus berperan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










