PINTU Luncurkan Fitur Baru untuk Perkuat Keamanan Trader Crypto

AKURAT.CO PT Pintu Kemana Saja (PINTU), aplikasi crypto all-in-one pertama di Indonesia, kembali menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna dalam berinvestasi aset digital.
Kali ini, PINTU meluncurkan dua fitur terbaru pada layanan perdagangan derivatif crypto Pintu Futures, yakni Price Protection dan Stop Order.
Kedua fitur ini ditujukan untuk memberi perlindungan lebih optimal bagi trader di tengah volatilitas pasar crypto yang tinggi.
Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, menjelaskan bahwa fitur Price Protection memungkinkan pengguna menentukan batas maksimum slippage saat mengeksekusi market order, dengan pilihan 0,2%, 1%, atau 2,5%.
Baca Juga: Stimulus Bank Sentral China Jadi Angin Segar Pasar Kripto
“Fitur ini melindungi trader dari eksekusi order di luar harga wajar ketika terjadi lonjakan harga mendadak akibat likuiditas tipis atau pergerakan pasar yang cepat. Dengan begitu, trader dapat terhindar dari kerugian akibat price spike atau price crash sesaat,” kata Iskandar, di Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Selain itu, fitur Stop Order memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk masuk posisi secara otomatis saat harga menyentuh level tertentu. Fitur ini terbagi dalam dua jenis: Stop Market dan Stop Limit.
“Dengan Stop Order, trader tidak perlu memantau grafik 24 jam penuh. Mereka bisa menetapkan trigger price sesuai strategi, lalu sistem akan mengeksekusi order secara otomatis ketika harga tercapai,” tambah Iskandar.
Tren perdagangan derivatif crypto di Indonesia terus menunjukkan peningkatan positif. Data dari Bursa Kripto CFX mencatat total transaksi derivatif pada semester I-2025 mencapai USD2,06 miliar atau sekitar Rp33,54 triliun.
Produk Pintu Futures turut mencatat pertumbuhan sejalan dengan tren tersebut. Jumlah trader baru yang bergabung secara kuartal meningkat hingga 340%, mencerminkan antusiasme masyarakat Indonesia yang terus tumbuh terhadap instrumen derivatif crypto.
Baca Juga: Pasar Kripto Terkoreksi Tipis, Ulah Whale?
Secara global, minat terhadap derivatif crypto juga melonjak. Mengutip data Coingecko per 20 Agustus 2025, total volume perdagangan derivatif mencapai USD730 miliar atau sekitar Rp11,9 kuadriliun.
Menurut Iskandar, ruang pertumbuhan industri crypto di Indonesia masih sangat besar. Hal itu didorong oleh meningkatnya jumlah investor, pengembang, dan nilai transaksi yang terus berkembang.
“Kami optimistis pertumbuhan akan terus berlanjut, seiring regulasi yang lebih ramah serta mulai masuknya investor institusi di pasar global. PINTU berkomitmen menghadirkan inovasi terbaik untuk mendukung kemajuan industri crypto dalam negeri,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










