Penurunan Harga Jadi Momentum Institusi Akumulasi Ethereum

AKURAT.CO Penurunan harga Ethereum dalam beberapa pekan terakhir justru dimanfaatkan sejumlah investor institusional besar untuk memperluas kepemilikan mereka.
Langkah ini menandakan bahwa fokus utama para pemain besar tersebut adalah eksposur jangka panjang, bukan sekadar mengejar keuntungan spekulatif jangka pendek.
Dikutip dari laman Crypto, Minggu (17/8/2025), Analisis blockchain dari Lookonchain mengungkapkan bahwa salah satu institusi yang tidak disebutkan namanya baru saja membuat tiga dompet baru minggu lalu. Dari dompet tersebut, perusahaan itu menarik sekitar 92.899 ETH senilai kurang lebih USD412 juta dari bursa kripto Kraken.
Baca Juga: Bitcoin Cetak Rekor, Ethereum Diprediksi Pimpin Altcoin Season
Aktivitas semacam ini biasanya dipandang sebagai sinyal positif, karena menandakan strategi penyimpanan mandiri (self-custody) yang identik dengan niat “holding” jangka panjang.
Tidak hanya itu, venture DeFi World Liberty yang berafiliasi dengan Donald Trump juga ikut dalam gelombang akumulasi ini. Data on-chain menunjukkan perusahaan tersebut membelanjakan USD8,6 juta dalam bentuk USDC untuk membeli 1.911 ETH dengan harga rata-rata USD4.500 per koin.
Selain itu, mereka juga mengalokasikan USD10 juta tambahan untuk membeli 84,5 Wrapped Bitcoin (WBTC) pada kisaran harga US$118.343 per koin.
Langkah terbesar datang dari perusahaan berbasis Ethereum, BitMine, yang menambah kepemilikan sebesar 106.485 ETH dengan biaya sekitar USD470 juta. Menurut laporan Lookonchain, akumulasi ini membuat treasury Ethereum BitMine kini mencapai 1,17 juta ETH, dengan nilai pasar sekitar USD5,3 miliar. Dengan jumlah tersebut, BitMine di bawah kepemimpinan Tom Lee tercatat sebagai pemegang cadangan Ethereum korporasi terbesar di dunia.
Baca Juga: Bitcoin Masih Dominan di Media Sosial, Ethereum dan Solana Menyusul
Aksi akumulasi besar-besaran ini terjadi setelah harga Ethereum sempat mengalami koreksi tajam usai mendekati level tertinggi sepanjang masa. Para analis menilai, waktu dan skala pembelian yang dilakukan oleh institusi mencerminkan strategi akumulasi yang matang, bukan perdagangan oportunis semata.
Selain faktor harga, meningkatnya eksposur melalui produk ETF (Exchange-Traded Fund) serta kehadiran perusahaan-perusahaan treasury diyakini ikut mendorong minat institusi terhadap Ethereum. Data pasar menunjukkan, entitas-entitas besar ini secara kolektif telah mengumpulkan lebih dari 10 juta ETH, atau sekitar USD40 miliar, dalam cadangan mereka.
Platform analisis blockchain Santiment mencatat bahwa saat ini Ethereum justru memiliki keunggulan jangka pendek dibandingkan Bitcoin dalam hal sentimen pasar. Menurut mereka, reli Bitcoin cenderung memicu hiruk-pikuk di media sosial, sementara kinerja stabil Ethereum selama tiga bulan terakhir menarik minat investor institusional yang lebih sabar dan terukur.
Pendekatan disiplin para whale dalam mengakumulasi Ethereum dinilai sebagai sinyal kuat bahwa aset digital ini mulai dipandang sebagai pilihan strategis untuk pertumbuhan berkelanjutan. Tidak hanya sebagai instrumen investasi, Ethereum juga semakin diposisikan sebagai infrastruktur utama dalam ekosistem keuangan digital global.
Analis meyakini tren ini memperkuat peran Ethereum sebagai “permainan makro” terdepan di pasar aset kripto dalam dekade mendatang. Dengan dukungan institusi, fondasi ekosistem DeFi yang kuat, serta perkembangan teknologi blockchain yang berkelanjutan, Ethereum berpotensi mempertahankan dominasinya meski volatilitas pasar masih akan terus mewarnai perjalanan harga.
Kesimpulannya, akumulasi besar-besaran yang dilakukan institusi di tengah penurunan harga bukan hanya sekadar aksi oportunis, melainkan strategi jangka panjang. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Ethereum kian matang sebagai aset digital yang dapat diandalkan dalam lanskap keuangan global yang terus berubah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










