Akurat

LPS Sesuaikan Bunga Penjaminan Dukung Transmisi Kebijakan Moneter

Hefriday | 29 Juli 2025, 11:19 WIB
LPS Sesuaikan Bunga Penjaminan Dukung Transmisi Kebijakan Moneter

AKURAT.CO Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mulai menyinkronkan kebijakan tingkat bunga penjaminan (TBP) dengan arah suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Penyesuaian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transmisi kebijakan moneter, seiring pemangkasan BI-Rate yang dilakukan BI dalam beberapa bulan terakhir.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan penyesuaian TBP dilakukan secara responsif mengikuti dinamika suku bunga pasar, kondisi likuiditas, dan arah kebijakan moneter nasional.

“Kami tidak akan mengganggu sinyal kebijakan moneter dari bank sentral. TBP akan kami sesuaikan agar selaras dengan arah dan dinamika pasar,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Baca Juga: 12 Nama Lolos FPT Pertama Calon Ketua dan ADK LPS

Pada periode reguler Mei 2025, LPS menurunkan TBP dalam rupiah sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,00% di bank umum dan 6,50% di BPR. Sementara TBP dalam valuta asing tetap dipertahankan di 2,25%.

Kebijakan ini berlaku mulai 1 Juni hingga 30 September 2025, meski tetap terbuka untuk perubahan sewaktu-waktu jika kondisi pasar berubah signifikan.

Penurunan TBP sejalan dengan pemangkasan BI-Rate yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Sejak awal tahun, BI telah memangkas suku bunga acuan tiga kali, masing-masing sebesar 25 bps pada Januari, Mei, dan Juli, hingga saat ini berada di level 5,25%.

Data LPS menunjukkan bahwa aktivitas pasar uang antar bank (PUAB) terus meningkat. Volume transaksi harian PUAB rupiah overnight pada Juni 2025 tumbuh 9,34% secara bulanan (month to month), mencapai Rp13,73 triliun.

Sementara suku bunga IndONIA indikator pasar uang overnight Indonesia turun 60 bps ke 5,28%.

"Likuiditas perbankan cukup longgar. Aktivitas PUAB juga tinggi. Ini mendukung tren penurunan suku bunga simpanan," tambah Purbaya.

LPS juga mencatat penurunan terbatas pada rata-rata suku bunga simpanan perbankan. Per 30 Juni 2025, suku bunga deposito rupiah (22 dma) turun 1 bps ke level 4,15%. Tren penurunan juga terlihat pada bank-bank beraset besar seperti KBMI 4 yang turun hingga 5 bps menjadi 3,16%.

LPS juga memperkirakan suku bunga simpanan, baik dalam rupiah maupun valas, berpotensi turun lebih lanjut seiring pelonggaran kebijakan moneter dan penyesuaian TBP.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa