Akurat

8 Tips Jitu Agar Bisa Membangun Rumah Sendiri

Hefriday | 30 November 2024, 17:12 WIB
8 Tips Jitu Agar Bisa Membangun Rumah Sendiri

AKURAT.CO Banyak orang yang memilih untuk membangun rumah dari nol ketimbang membeli rumah siap huni. Selain karena alasan biaya yang lebih terjangkau, membangun rumah juga memberikan kebebasan dalam menentukan desain yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pribadi. Namun, membangun rumah bukanlah tugas yang mudah. 

Dibutuhkan banyak perencanaan, terutama dalam hal perhitungan biaya. Tanpa perencanaan yang matang, biaya yang dibutuhkan bisa membengkak, bahkan proyek pembangunan bisa terhenti di tengah jalan karena kekurangan dana.

Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (30/11/2024), berikut beberapa persiapan yang wajib diketahui oleh para pemula:

1. Hitung Biaya Lahan

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung biaya lahan. Luas tanah menjadi faktor utama dalam menentukan besaran biaya. Misalnya, jika ingin membangun rumah dengan tipe 36/60, yang memerlukan lahan sekitar 60 m², dan harga tanah di daerah Jakarta sekitar 2 juta per m², maka biaya untuk membeli tanah tersebut mencapai sekitar Rp120 juta. 

Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Didukung Lintas Kementerian

Penting untuk memastikan bahwa luas tanah yang dibeli sesuai dengan kepemilikan dokumen resmi seperti AJB atau SHM untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari.

2. Rinci Biaya Desain dan Arsitek

Setelah biaya lahan terhitung, tahap selanjutnya adalah mencari tahu biaya desain dan arsitek. Meskipun biaya jasa arsitek bisa terasa mahal, namun hal ini sangat penting untuk mendapatkan desain rumah yang tidak hanya estetis, tetapi juga aman dan nyaman untuk dihuni. 

Biaya jasa desain biasanya dihitung per meter persegi atau berdasarkan persentase anggaran biaya pembangunan, yang umumnya berkisar antara 5 hingga 7 persen dari total anggaran proyek. Memilih arsitek yang berpengalaman juga dapat memastikan kualitas bangunan yang lebih baik dan lebih awet.

3. Catat Biaya Material

Selanjutnya, kamu perlu menghitung biaya material yang akan digunakan untuk pembangunan. Biaya ini bisa sangat bervariasi tergantung pada jenis dan kualitas material yang dipilih. 

Untuk menghindari biaya yang membengkak, ada baiknya untuk mengetahui harga material terlebih dahulu, baik dengan mengeceknya langsung ke toko bangunan atau berkonsultasi dengan kontraktor. Jika tidak yakin, meminta bantuan arsitek untuk menghitungkan biaya material juga merupakan langkah yang bijak. Dengan begitu, kamu dapat memastikan bahwa anggaran untuk material tidak melebihi batas yang telah ditentukan.

 

4. Perhatikan Biaya Pekerja

Selain biaya material, biaya untuk pekerja juga harus diperhitungkan dengan cermat. Pekerja bangunan terdiri dari tukang dan kenek. Tukang memiliki keterampilan dalam hal teknis pembangunan, sedangkan kenek hanya membantu dan mengikuti arahan tukang. 

Untuk lebih efisien, beberapa orang memilih untuk menyewa jasa mandor, meskipun hal ini dapat berisiko membengkakkan biaya. Umumnya, biaya tukang adalah sekitar 120 ribu hingga 150 ribu per hari, sementara kenek biasanya dibayar antara 50 ribu hingga 100 ribu per hari.

5. Perhitungkan Biaya Tak Terduga

Yang tak kalah penting adalah menyiapkan dana untuk biaya tak terduga. Selama pembangunan rumah, sering kali muncul perubahan atau kenaikan harga material yang bisa membuat anggaran melambung tinggi.

Oleh karena itu, disarankan untuk menyisihkan sekitar 10% dari total anggaran sebagai dana cadangan untuk menghadapi kemungkinan tak terduga ini. Selain itu, memasang asuransi rumah juga bisa menjadi langkah bijak untuk melindungi bangunan dari kerusakan yang mungkin terjadi selama proses pembangunan.

Selain itu, proyeksi biaya pemeliharaan dan utilitas jangka panjang juga harus dipertimbangkan agar kamu bisa merencanakan anggaran dengan lebih baik setelah rumah selesai dibangun

6. Menabung

Setelah biaya-biaya utama dihitung, saatnya untuk mengumpulkan dana. Menentukan tujuan keuangan yang jelas adalah langkah pertama dalam proses ini. Dengan tujuan yang terukur, kamu dapat lebih fokus dan disiplin dalam mengumpulkan dana. 

Rencanakan anggaran secara realistis dan tentukan jangka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk mencapai keberhasilan, perhitungan biaya yang tepat harus diikuti dengan perencanaan keuangan yang matang agar dana yang terkumpul cukup.

Membuat rencana finansial yang baik sangat penting dalam proses menabung untuk membangun rumah. Dengan memiliki rencana yang jelas, kamu dapat mengetahui berapa banyak dana yang perlu disisihkan setiap bulannya dan menyesuaikan dengan kemampuan finansial. 

Misalnya, jika kamu memiliki target mengumpulkan dana untuk pembangunan dalam waktu satu tahun, maka tentukan berapa banyak uang yang perlu disisihkan tiap bulan agar bisa tercapai tepat waktu.

Selain itu, penting untuk menyisihkan dana di awal bulan agar lebih disiplin dalam mengalokasikan uang. Dengan cara ini, kamu bisa menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan memastikan bahwa dana untuk pembangunan rumah dapat terkumpul sesuai rencana. 

7. Simpan Tabungan di Rekening atau Instrumen Terpisah

Untuk memastikan dana yang terkumpul tidak terpakai untuk keperluan lain, simpan uang tersebut di tabungan khusus atau instrumen investasi berisiko rendah. Menyimpan dana di tabungan khusus atau deposito akan memudahkan kamu dalam mencairkannya saat dibutuhkan. 

Jika rencana membangun rumah dilakukan dalam waktu yang lebih lama, kamu bisa memilih instrumen investasi yang lebih menguntungkan seperti reksa dana yang memberikan potensi keuntungan lebih tinggi, namun tetap terjaga risikonya.

8. Hindari Berutang

Terakhir, hindari berutang saat sedang dalam proses mengumpulkan dana untuk pembangunan rumah. Mengajukan pinjaman atau kredit untuk membeli barang yang tidak mendesak hanya akan memperburuk kondisi keuanganmu. 

Prioritaskan untuk menabung dan mengumpulkan dana sebanyak mungkin, dan tunda dulu keinginan berutang. Menahan godaan untuk berutang akan mempercepat tercapainya impian memiliki rumah pribadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa