Rekening Jenius Dipakai Transaksi Judol, Wadirut BTPN: Kami Jaga Ketat

AKURAT.CO PT Bank BTPN Tbk (BTPN), mengungkapkan strategi terbaru mereka dalam menghadapi masalah perjudian online, yang semakin marak di kalangan pengguna layanan keuangan. Serta, Bank BTPN ini menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa layanan mereka tidak disalahgunakan untuk aktivitas ilegal seperti perjudian online.
Menurut Wakil Direktur Utama Bank BTPN, Darmadi Sutanto, meski jumlah kasus perjudian online yang melibatkan rekening BTPN relatif kecil, perusahaan tetap waspada. Serta, ia mengungkapkan Bank BTPN kini menggunakan sistem canggih untuk memantau perilaku transaksi.
"Memang ada, tapi kalau dikatakan banyak, menurut kami tidak lah. Tapi ada dan tentu saja begitu kami tahu, kami biasanya langsung melakukan tindakan seperti membekukan rekening," jelas Darmadi kepada wartawan di Jakarta pada Senin (12/8/2024).
Baca Juga: Soal Pemblokiran Rekening Judol, BCA Syariah Koordinasi Erat dengan OJK
Diakuinya, sesuai arahan OJK, pihaknya telah menutup beberapa rekening Jenius atas nama pribadi yang terlibat judol. Kini transaksi mencurigakan diawasi dengan lebih ketat. "Kami sekarang memiliki sistem yang bisa melihat perilaku transaksi tertentu dan kami menjaga dengan ketat," tambahnya.
Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi pola transaksi yang mencurigakan dan segera mengambil tindakan preventif. Dan Darmadi juga menegaskan pentingnya edukasi kepada nasabah.
"Edukasi kami kepada nasabah mengenai pentingnya keamanan data dan tidak memberikan OTP atau password kepada pihak ketiga sudah kami lakukan semaksimal mungkin," ujarnya.
Bank BTPN mengingatkan nasabah agar tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak berwenang untuk menghindari risiko penipuan dan penyalahgunaan. Dalam hal ini, BTPN telah mengalami beberapa kasus di masa lalu yang melibatkan akun-akun yang digunakan untuk transaksi perjudian online.
"Dulu, ada kejadian di mana akun-akun di Jenius digunakan untuk transaksi yang terkait dengan perjudian online. Namun, dengan sistem pemantauan baru ini, kami sudah mampu menurunkan kasus tersebut," kata Darmadi.
BTPN juga telah meningkatkan proses keamanan mereka, termasuk prosedur yang lebih ketat untuk mengatasi lupa password atau masalah akses akun. Lebih lanjut, Darmadi mengungkapkan bahwa meskipun sistem pengawasan mereka terus berkembang, tantangan tetap ada.
"Kami terus memantau dan memperbarui parameter kami berdasarkan kasus-kasus yang muncul. Namun, kami tidak bisa menghindari semua potensi masalah, tetapi setidaknya kami memiliki sistem yang memadai untuk mendeteksi dan menanganinya lebih awal," tuturnya.
Dengan berbagai langkah yang diterapkan, Bank BTPN berkomitmen untuk terus melindungi nasabah mereka dari potensi risiko yang terkait dengan perjudian online dan memastikan bahwa layanan mereka tetap aman dan dapat diandalkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









