"Ngide" Digitalisasi Zakat Pakai Open API, Mahasiswa Unair Juarai International Paper Competition

AKURAT.CO Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga meraih Juara 1 dalam International Paper Competition 2025 di Universitas Islam Negeri Salatiga.
Tim ini terdiri dari Cynthia Saphira Puteri dari Ekonomi Islam angkatan 2024, Muhammad Naufal Fauza dari Akuntansi angkatan 2024, dan Noka Al Jazera dari Ekonomi Islam angkatan 2022.
Mengusung paper berjudul "Design of ZISWAF Data Exchange atau ZDX Berbasis Open API Menuju Sumber Data Tunggal dalam Tata Kelola Zakat dan Wakaf Nasional", tim berhasil menjuarai ajang ini.
Penjuarian terdiri dari tahap pengumpulan paper dengan bobot 65%, presentasi 7 menit dengan bobot 20% dan tanya jawab 20 menit dengan bobot 15%. Tak disangka, tim yang awalnya berada di peringkat ke-4 pada tahap penyisihan ini akhirnya mampu jadi juara pertama.
Muhammad Naufal Fauza, bercerita kepada Akurat.co bahwa ide tersebut berangkat dari terputusnya data antar lembaga zakat, yang selama ini menghambat optimalisasi potensi ZISWAF nasional dan sering menimbulkan ketidaktepatan sasaran penyaluran bantuan. Dengan ZDX, lanjut Naufal, data penerima zakat dan wakaf tidak akan tumpang tindih.
Baca Juga: Zakat Awards 2025 Hadirkan 85 Praktik Baik dalam Online Showcase Nasional
"Pertukaran data selalu jadi masalah karena adanya ketidakpercayaan antarinstitusi. Kami mengambil tema ini lantaran di Indonesia beluma ada sistem data terpadu untuk pengelolaan zakat nasional. Data masih tersebar anatar Baznas maupun LAZ di daerah. Padahal dengan inovasi, potensial loss zakat bisa dihindari," ujar Naufal kepada Akurat.co, Selasa (30/12/2025).
Senada, Noka Al Jazera mengaku salah satu yang melatarbelakangi paper ini adalah besarnya potensial loss zakat dan wakaf di Indonesia. Dari potensi ribuan triliun, yang terealisasi atau terkumpul masih sangat kecil presentasenya.
"Kami mencoba cari sistem yang sudah ada di luar keuangan sosial. Nah ternyata di perbankan itu sendiri kami lihat sudah punya sistem open banking system. Bahkan ke depan bukan tidak mungkin ada open finance system kah. Makanya tercetus ZDX ini, dengan harapan kalau ada sistem yang hampir sama dengan open banking system tadi, isu trust akan teratasi," ujar Noka.
Sementara Cynthia Saphira Puteri mengaku pengalaman kali ini merupakan pertama kalinya ia bersama teman-temannya mengikuti lomba di tingkat internasional. Asal tahu, peserta pada gelaran ini tak hanya datang dari Indonesia, melainkan juga dari Thailand dan Malaysia.
"Kebetulan kami bertiga di kampus tergabung di organisasi yang fokus pada penalaran ekonomi syariah dan sudah sering ikut lomba, ini yang ke-3 kalinya. Tapi ini yang pertama kali untuk level internasional," ujar Cynthia.
Kolaborasi Untuk Tahap Implementasi
Noka mengakui, agar ideation ini tak sekadar ide namun terealisasi, dibutuhkan kolaborasi banyak pihak. Ide utamanya memang menggunakan Open API, namun realisasi di lapangan tidak bisa dipukul rata lantaran masih ada keengganan dari swasta untuk menyentralisasikan semua data mereka ke pemerintah.
Ia juga terbuka dengan inisiatif memasukan digitalisasi zakat lewat Open API ke BI yang tengah menggodok rupiah digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) menggunakan teknologi blockchain/ desentralisasi.
"Dengan data yang padu antara berbagai pihak baik swasta maupun pemerintah, kepercayaan dan pengumpulan maupun pendistribusian zakat dan wakaf akan meningkat. Tapi memang butuh kolaborasi agar ini bisa terealisasi," ujar Noka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









